Hits: 34
Fanny Novitadewi
Pijar, Medan. “There is no limit to what we, as women, can accomplish.” – Michelle Obama.
Lahirnya Hari Perempuan Internasional karena adanya unjuk rasa oleh kaum buruh perempuan di New York pada tahun 1857, 1907, dan 1909. Hari Perempuan Internasional mulai diperingati sejak delapan Maret 1975 oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan diresmikan dua tahun setelahnya pada delapan Maret 1977.
Mengutip dari laman resmi International Women’s Day (IWD), tema IWD 2023 yakni #EmbraceEquity yang berarti #RangkulKesetaraan. Tema perayaan ini dimaksudkan agar kita dapat menentang stigma lemah yang diberikan kepada perempuan, menentang diskriminasi, dan belenggu bagi perempuan.
Berkaitan dengan tema yang diluncurkan oleh IWD, perempuan kerap dianggap sebagai makhluk yang lemah dan tidak dapat berperan ganda. Selain itu, perempuan juga sering kali dihadapkan dengan pilihan yang sudah menjadi tradisi dalam kehidupan bersosial.
Perempuan dinilai hanya dapat memilih ingin menjadi seorang ibu rumah tangga atau perempuan berkarir. Akibatnya, perempuan merasa terpaksa harus mengorbankan salah satunya karena adanya tuntutan tertentu.
Mengutip dari video di laman Youtube milik Najwa Shihab, yang merupakan seorang jurnalis profesional sekaligus berperan sebagai seorang ibu dan istri, “pilihan bekerja akan dilihat menjadi pilihan yang melawan kodrat, sementara pilihan menjadi ibu rumah tangga membuat perempuan dinilai mengorbankan bakat.”
Pilihan tersebut tidak hanya hadir karena tuntutan sosial, tetapi juga karena adanya rasa takut dan kekhawatiran dari dalam diri perempuan itu sendiri. Nyatanya, seiring berkembangnya teknologi dan kemajuan pendidikan, banyak perempuan di era modern ini yang bisa berkontribusi dan berkarya bagi sekitar dengan cara yang beraneka ragam.
“Perempuan tidak harus memilih, kita bisa mendapatkan keduanya. Kita layak dan berhak melakukan itu tanpa diliputi kekhawatiran akan celaan sekitar. Ciri wanita kuat itu adalah yang percaya diri dan berani unjuk kemampuan,” ujar Najwa Shihab.
Pada Hari Perempuan Internasional ini, semoga seluruh perempuan di dunia dapat bebas dari belenggu stigma dan batasan untuk terus maju dalam menggapai mimpi-mimpinya.
(Redaktur Tulisan: Rani Sakraloi)

