Hits: 123
Umniyatiy Nurul Atqiya / Yoga Tri Haditya
Pijar, Medan. Bukanlah sebuah fenomena baru, makan sambil menonton kini sudah menjadi sebuah kebiasaan yang sulit untuk dihilangkan oleh beberapa orang. Sering kali kegiatan makan sambil menonton ini dilakukan ketika jam makan siang dan makan malam, bahkan saat sekadar ngemil makanan ringan. Biasanya, orang-orang akan menyantap makanan mereka sembari menonton televisi atau menonton melalui gawai.
Seseorang yang memiliki kebiasaan ini, bahkan rela membiarkan makanannya tidak hangat lagi sebab belum mendapatkan tontonan yang cocok untuk dilihat sambil menyantap makanannya. Alih-alih mengarahkan sendok ke dalam mulut, kebiasaan ini justru menimbulkan keadaan yang lain. Tangan justru akan lebih dahulu digunakan untuk berselancar di platform aliran (streaming) film daring atau kanal Youtube favorit.
Salah satu faktor orang-orang saat ini melakukan aktivitas makan sambil menonton adalah adanya kebiasaan yang diterapkan sejak dini. Anak-anak cenderung malas untuk sarapan di pagi hari. Para orang tua pun berinisiatif mencari cara agar dapat meningkatkan nafsu makan sang anak, yaitu dengan memberi hiburan seperti tayangan kartun. Alhasil, banyak anak menjadi terbiasa sarapan sambil menonton kartun sebelum berangkat ke sekolah.
Selain itu, kebiasaan ini juga dapat timbul karena adanya rasa kesepian dan hampa. Orang dengan kebiasaan ini merasa hampa jika tidak mendengar suara-suara lain selain suara dentingan sendok dan piring. Mereka akan seolah merasa sedang ditemani orang lain sehingga tidak merasa kesepian ketika makan sendirian sambil menonton. Suara berisik dari tontonan justru menjadi hiburan yang menyenangkan.
Seperti yang dikutip dari sebuah cuitan di Twitter milik akun @zer0ux. Ia mengungkapkan bahwa kebiasaan makan sambil menonton pada dirinya ini bermula karena dirinya merasa hampa saat makan sendirian di kostan.
“Kebiasaan makan sambil nonton yg gw derita muncul gara gara di kosan kalau makan sendiri hampa bgt akhirnya sambil nonton aja dah wkakakakqqq,” cuitnya.
Kegiatan ini memang terlihat asyik dan menghibur, tetapi bagaimana jika kita lihat dari sudut pandang kesehatan? Walau terdengar remeh, ternyata kebiasaan makan sambil menonton dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan, lho!
Dilansir dari laman Kumparan.com, saat terlalu fokus dengan tontonan di TV atau gawai maka otak tidak memberikan sinyal kenyang ke perut sehingga kita akan makan secara berlebihan. Selain itu, kebiasaan tidak sehat ini juga menjadi penyebab kita mudah merasa lapar lagi dalam waktu yang singkat.
Beberapa penelitian mengungkap bahwa kebiasaan tidak sehat ini dapat meningkatkan risiko obesitas terutama pada anak-anak. Duduk diam menonton TV dengan durasi yang lama bisa menyebabkan tingkat metabolisme tubuh melambat sehingga tubuh menjadi lebih mudah menggemuk.
Adanya distraksi saat makan karena menonton atau gulir (scroll) layar gawai membuat kita tidak sadar penuh kalau kita sedang makan. Tingkat konsumsi manusia juga meningkat sebanyak 10% ketika makan sambil menonton. Hal ini dapat menyebabkan asupan kalori menjadi lebih besar. Jika kebiasaan buruk ini dilakukan secara terus-menerus maka akan memicu penaikan berat badan tanpa kita sadari.
Lain halnya ketika menyantap makanan dengan fokus dan penuh perhatian (mindfull) karena kita sadar akan apa yang sedang kita santap. Mindfull eating atau makan dengan kesadaran penuh artinya kita menggunakan indra dan emosional saat menikmati makanan.
Makanan yang masuk ke dalam tubuh pun dapat dicerna dan lebih terkontrol oleh indra perasa. Selain itu, otak juga mendapatkan stimulus akan makanan yang masuk. Oleh karena itu, makanan akan terasa jauh lebih nikmat ketika kita fokus menyantap makanan kita.
Seperti kata leluhur yang mengatakan bahwa jangan melakukan aktivitas apapun seperti berbicara atau bermain ketika sedang di meja makan atau saat sedang makan. Ternyata, hal tersebut ada benarnya. Bagi yang tidak bisa fokus terhadap apa yang dikonsumsi maka dapat berdampak pada kesehatan.
Makan sambil menonton bukanlah hal yang tidak boleh dilakukan sama sekali. Namun, ketika masih bisa mengontrol apa yang dimakan dan sadar akan hal tersebut maka makan sambil menonton boleh saja dilakukan.
Lalu, kamu sendiri berada di tim yang mana? Apakah tetap tim makan sambil menonton atau tim menikmati makanan dengan saksama?
(Redaktur Tulisan: Rani Sakraloi)

