Hits: 94

Shofiyana Fadhiilah

Pijar, Medan. Girls Anti Sexual Harassment (GASH) menyelenggarakan acara seminar terkait dengan pelecehan seksual pada Rabu (19/10/22). Berkolaborasi dengan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Universitas Sumatera Utara (Satgas PPKS USU), acara ini diadakan secara luring di Aula SMK Negeri 8 Medan dengan mengusung tema “#SalingJaga Atas Pelecehan Seksual di Tempat Publik”.

Seminar ini menghadirkan dua pembicara, yaitu Psikolog Meutia Nauly, Ketua Satgas PPKS USU dan Rahma Yurliani, Dosen Psikologi Universitas Sumatera Utara.

Dalam pemaparannya, Meutia Nauly menjelaskan bahwa melontarkan lelucon maupun mengutarakan perkataan yang berkaitan dengan hal yang berbau seksual juga merupakan beberapa hal yang termasuk dalam pelecehan seksual. Hal ini dikarenakan timbul ketidaknyamanan pada korban karena hal yang dilontarkan kepadanya.

“Kalau misalnya kita ada merayu, memberi lelucon ataupun obrolan yang mengarah ke pornografi, itu bisa masuk kedalam pelecehan seksual. Mengapa bisa begitu? Hal itu bisa terjadi apabila orang yang kita ajak berkomunikasi tidak nyaman atau risih dengan kata-kata yang kita lontarkan kepada mereka,” jelas Meutia.

Banyaknya kasus pelecehan seksual yang terjadi sungguh meresahkan masyarakat Indonesia, khususnya di Sumatera Utara. Meskipun dapat terjadi kepada siapa saja, tetapi nyatanya perempuanlah yang menjadi sasaran utama dari pelecehan seksual. Mirisnya lagi, banyak masyarakat yang bungkam terhadap pelecehan seksual yang terjadi disekitarnya hingga mengabaikan korban yang mengalami pelecehan tersebut.

“Maka dari itu perlu dilantik orang-orang untuk membuat sebuah Satgas perlindungan dari pelecehan seksual di sekolah. Itu sangat perlu, lho! Apalagi yang paling banyak terkena pelecehan seksual itu adalah remaja perempuan. Menggunakan sistem Sekolah Ramah Anak juga sangat boleh dilakukan, karena bisa menjadi salah satu solusi untuk mencegah pelecehan seksual,” jelas Rahma.

Seminar ditutup dengan sesi games yang dilakukan untuk menguji seberapa besar materi yang sudah dipahami oleh peserta terkait dengan pencegahan pelecehan seksual di tempat publik.

Antusiasme siswa SMK Negeri 8 Medan saat Sesi Games Berlangsung (19/10/2022)
(Sumber Foto: Dokumentasi Panitia)

“Setelah berakhirnya acara ini, semoga para peserta dapat menerapkan ilmu yang didapat dan bisa saling menjaga satu sama lain apabila menghadapi sebuah pelecehan seksual khususnya di tempat publik,” tutup Asti Febriana dan Raufa Rachma selaku moderator acara.

(Redaktur Tulisan: Marcheline Darmawan)

Leave a comment