Hits: 40
Diva Meilisa
Pijar, Medan. Ratusan pengemudi ojek online (ojol) menggelar aksi unjuk rasa untuk menuntut keadilan dan kejelasan hukum atas kematian rekan ojol mereka, Affan Kurniawan, yang tewas setelah dilindas mobil taktis Brimob. Aksi ini berlangsung di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut), pada Jumat sore (29/8/2025).
Leo Marcelino, seorang pengemudi ojol yang turut ambil bagian menyampaikan orasi dalam aksi tersebut mengatakan bahwa tuntutan utama para pengemudi ojol adalah keterbukaan soal penegakan hukum atas kasus Affan.
“Kami minta transparansi soal penegakan hukum tentang Affan dan mau si pelaku dihukum seadil-adilnya. Hukum dan keadilan jangan tertutup,” ujar Leo.

Namun, saat ditanya apakah aspirasi mereka sudah didengar oleh pihak terkait, Leo mengungkapkan keraguan.
“Aspirasi mungkin memang didengar, tapi bisa saja tidak ada tindak lanjut dari mereka. Kata salah satu anggota dewan yang keluar, beliau nunggu instruksi dari kepolisian makanya selama ini gak berani keluar,” jelasnya.
Aksi yang mengorbankan pendapatan harian ini dilakukan atas dasar solidaritas para pengemudi ojek online. Aksi tersebut sudah menjadi bagian dari solidaritas antarsesama pengemudi ketika rekannya menderita.
Selain itu, Leo juga berharap pemerintah dan aparat keamanan memberikan respons yang nyata.
“Saya pribadi berharap adanya buah dari tuntutan kami dan perombakan anggota dewan, terutama yang di Kota Medan. Adapun untuk polisi, saya harapkan yang benar-benar kompeten, minimal jangan tamatan SMA,” pungkasnya.
Penyampaian orasi dari para pengemudi ojek online berlangsung cukup kondusif. Namun, pada akhirnya tidak mendapatkan kejelasan dari pihak DPRD Sumut terkait tuntutan tersebut.
(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

