Tag: pelecehan seksual

foto menghindari sesuatu

Dugaan Pelecehan di FH UI, Patriarki dan Toxic Masculinity jadi Faktor Penyebab

Tengah beredar isu dugaan pelecehan seksual di lingkungan sivitas akademika, yakni kepada mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI). Dilansir dari tempo.co, 16 mahasiswa FH UI terduga melakukan percakapan di grup internal yang beranah pelecehan kepada beberapa masyarakat kampus, yakni 20 mahasiswi dan 7 dosen.

Gebrak Gerakan Anti Pelecehan Seksual dalam Seminar #SalingJaga

Girls Anti Sexual Harassment (GASH) menyelenggarakan acara seminar terkait dengan pelecehan seksual pada Rabu (19/10/22). Berkolaborasi dengan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Universitas Sumatera Utara (Satgas PPKS USU), acara ini diadakan secara luring di Aula SMK Negeri 8 Medan dengan mengusung tema “#SalingJaga Atas Pelecehan Seksual di Tempat Publik”.

Lirik Kontroversial di Balik Lagu Baby It’s Cold Outside

Pasti penasaran kenapa lagu “Baby, It’s Cold Outside” sempat mengalami kontroversi? Penyebabnya karena lirik pada lagu ini menyiratkan makna yang tidak pantas. Lagu yang termasuk ke dalam album Natal ini sempat dilarang pemutarannya di beberapa stasiun radio. Sejak tahun 2009, lagu ini banyak mendapat kritik dari pendengar karena dirasa mengimplikasikan makna pelecehan seksual di dalamnya.

Catcalling, Perilaku Candaan Yang Meresahkan

Catcalling sering terjadi di tempat-tempat umum, seperti halte, stasiun, dan tempat-tempat umum lain seperti di pinggiran jalan. Pada hakikatnya mereka sebagai pelaku atau catcaller mengakui hal tersebut adalah bentuk sebuah pujian untuk seorang wanita yang dianggap menarik, atau hanya sekedar candaan biasa. Tanpa disadari, wanita sebenarnya akan merasa terganggu dan terancam dengan tindakan para catcaller tersebut. Secara spontan mereka bisa saja akan merasa was-was dan menjadi panik. Bahkan menurut sebuah survei psikologis yang berbasis di Nex Jersey, catcalling dapat menyebabkan korbannya tanpa sadar melakukan penilaian atas diri sendiri seperti layaknya menilai benda (self-objectification).