Hits: 101
Shilva Devira
“Single is not a status. It is a word that describe a person who is strong enough to live and enjoy life without depending on others” -unknown
Pijar, Medan. Seringkali keadaan jomlo direpresentasikan sebagai situasi yang menyedihkan, tidak jarang para jomlo kerap dijadikan bahan olokan atau ejekan di dalam suatu kelompok. Padahal menjadi jomlo bukanlah hal yang memalukan, memilih untuk sendiri dan tidak memiliki pasangan entah itu pacar atau suami tidak selalu menjadi hal yang buruk.
Lebih baik menyendiri daripada menjalin hubungan dengan orang yang salah, hal ini yang mendasari lahirnya para quirkyalone. Istilah quirkyalone pertama kali dicetuskan oleh Sasha Cagen yang saat itu gagal mendapatkan pasangan untuk menghabiskan tahun barunya. Meski begitu, anehnya ia tidak merasa sedih akan fakta bahwa dirinya jomlo
Lewat bukunya yang berjudul Quirkyalone: a manifesto for uncompromising romantics, ia mendefinisikan quirkyalone sebagai seorang yang dapat merasa utuh atau bercita-cita untuk merasa utuh saat menjadi jomlo. Ia lebih memilih menunggu orang yang tepat untuk datang daripada berkencan tanpa pandang bulu, menikmati dosis yang sama dari kesendirian dan persahabatan, dan tertarik pada kebebasan.
Seorang quirkyalone sangat menikmati waktunya saat sendiri. Meskipun tidak menolak interaksi sosial, tetapi mereka lebih suka menikmati waktu sendirian dibanding dengan banyak orang tapi tidak menutup diri.
Banyak hal yang mempengaruhi quirkyalone, salah satunya yaitu keinginan untuk fokus pada target hidup. Hidup tanpa pasangan bisa menjadi masa-masa untuk mengembangkan potensi diri. Namun, bukan berarti seorang quirkyalone anti terhadap hubungan, mereka hanya tidak ingin memiliki hubungan asmara dengan sembarang orang.
Seorang quirkyalone akan selektif dalam memilih pasangannya. Menjadi selektif bukan berarti harus mendapatkan yang sempurna, lebih tepatnya meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.
Uniknya, quirkyalone ini dirayakan tiap tahunnya pada 14 Februari bersamaan dengan hari Valentine. Hal ini dimaksudkan untuk merayakan kebebasan dan kemandirian dalam menunjukkan kasih sayang yang dapat dimulai dari diri sendiri.
Hari ini menunjukkan bahwa ada berbagai jenis cinta yang sering kita abaikan dalam pencarian kita untuk menemukan “separuh lainnya”. Hari ini mengajarkan bahwa tidak ada “separuh lainnya ” yang khusus. Sebaliknya, orang-orang sudah utuh hanya dengan diri mereka sendiri.
Romansa bukan tentang dua jiwa yang tidak lengkap yang mengembara sepanjang hidup dengan tujuan akhir untuk menemukan satu sama lain. Sebaliknya, tentang satu orang yang sepenuhnya utuh yang menemukan orang lain yang sepenuhnya utuh yang dapat mereka rayakan bersama.
Menjalin hubungan bukanlah prioritas utama seorang quirkyalone terlebih hanya untuk mendapat pengakuan dari masyarakat. Meningkatkan kualitas diri, menikmati hidup, atau membahagiakan orang-orang terdekat merupakan pencapaian utama mereka saat ini.
Quirkyalone tetap terbuka terhadap mereka yang tertarik pada atau ingin menjalin relasi baru. Terlepas dari apakah orang itu nantinya akan berpotensi menjadi pasangan hidup atau tidak. Quirkyalone percaya bahwa jodoh tak akan ke mana. Di masa-masa memperbaiki diri tersebut, mungkin saja mereka akan bertemu yang terbaik.
(Redaktur Tulisan : Tasya Azzahra)

