Hits: 22
Johns Napitupulu
Pijar, Medan. Sabtu (24/08), telah berlangsung kegiatan diskusi Kovertalk Visits BkkbN dengan mengusung tema “Seks Bebas, Berani Cakap?”. Kegiatan ini dilaksanakan dengan kerjasama antara Kover Magazine bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Indonesia (BkkbN) Sumatra Utara beserta Forum Duta GenRe Sumut.
Acara ini diawali dengan kata sambutan dari Elsa Malona selaku Pimpinan Redaksi dari Kover Magazine dan dilanjutkan oleh Wieke Imelda selaku perwakilan pemateri dari Analis Ketahanan Keluarga.
Kovertalk Visits BkkbN dengan mengusung tema “Seks Bebas, Berani Cakap?” dilaksanakan di Aula BkkbN Sumatra Utara. Adapun yang menjadi pemateri yaitu Boydo H.K. Panjaitan selaku Ketua Komisi C DPRD Kota Medan, dr. Beni Satria, S.Ked, M.Kes selaku Praktisi Kesehatan, Wieke Imelda Sari S.Pd dari Analisis Ketahanan Keluarga serta M.Azhar Afandy Mtd, juara III Duta GenRe Indonesia jalur masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengingatkan remaja akan dampak negatif serta bahaya dari seks bebas.

(Fotografer: John Imanuel)
“Perbanyaklah aktivitas-aktivitas positif agar mendapatkan energi yang baik dan terhindar dari keinginan melakukan hal-hal negatif,” ucap Boydo H.K Panjaitan dalam menjawab pertanyaan salah satu peserta.
Kovertalk merupakan kegiatan diskusi yang diselenggarakan oleh Kover Magazine setiap bulannya dengan rutin. Adi Syahputra selaku penyelenggara acara Kovertalk Visits BkkbN dari Kover Magazine mengatakan bahwa pentingnya edukasi seks terhadap kesehatan dan banyaknya masyarakat yang ingin membahas tapi masih dianggap tabu.
“Kali ini mengusung tema seks bebas dan banyak masyarakat ingin membahas tapi hal tersebut masih dianggap tabu. Kawan–kawan itu bisa mengkampanyekan tentang pentingnya seks edukasi, serta tidak mentabukan tentang seks. Itu bukan suatu yang perlu ditutup–tutupi tapi sesuatu yang memang harus dipelajari dan diedukasi, ” ucapnya.
Fandy Matondang selaku pemateri acara Kovertalk Visits BkkbN dari Duta GenRe Indonesia tahun 2018 mengatakan bahwa pentingnya memahami kesamaan konsep tentang seks di kehidupan dan tahu batasan-batasan mengenai hal tersebut. “Kita semua harus mempunyai konsep pemahaman yang sama bagaimana pentingnya memahami seks di kehidupan kita, supaya remaja-remaja ini tidak sekadar tahu melainkan menjalankan konsep dan tahu batasan-batasan dalam berpacaran itu. Jadi, dari segi kehidupan dan pergaulan bisa positif,” tuturnya.
Hal tersebut seumpama dengan apa yang diucapkan oleh salah seorang peserta yang hadir yaitu Benjamin Dachi dari Komunitas Medan OSOJI Club, “acara ini bagus banget bagi kaum milenial atau anak muda, karena ini bisa jadi gebrakan untuk anak muda biar bisa menghindari dan mendapatkan edukasi dari hal ini dan menyebarkan energi positif ke temen-temen lingkungannya. Semoga tidak cuma didengar aja, harus ada yang bisa kita bawa dan harus ada yang kita sampaikan ke orang. Setidaknya, satu suara bisa nyebarin ke jutaan orang,” harap Benjamin.
Redaktur Tulisan: Widya Tri Utami

