Hits: 106
Kurratul Aina / Putri Romawani
Pijar, Medan. Mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi kelas 24A Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU), menghadirkan pameran fotografi dengan tema “Sweet Escape and Innerchild”. Acara yang mengusung tajuk Joyphoria ini berlangsung di Dimigo Cafe, pada Sabtu (13/12/2025).
Pameran ini menjadi ruang bagi pengunjung untuk sejenak melepaskan diri dari rutinitas sehari-hari dan kembali terhubung dengan kenangan masa kecil yang polos, hangat, dan penuh kebahagiaan.
Rafa Wardhana, selaku Ketua Pelaksana Acara, menjelaskan makna dari kata Joyphoria, merupakan gabungan dari kata “Joy” yang berarti kebahagiaan, kesenangan, atau perasaan senang yang muncul dari dalam diri, dan “Euphoria” yang memiliki arti kebahagiaan yang sangat kuat atau sensasi senang yang intens, sehingga membuat seseorang terangkat secara emosional. Singkatnya, Joyphoria memiliki makna perpaduan antara kebahagiaan yang hangat dan kegembiraan yang meluap-luap.
Selain itu, Rafa juga memaparkan alasan pemilihan tema “Sweet Escape and Innerchild” dalam acara Joyphoria.
“Kami memilih tema ini karena ingin membangkitkan kembali memori masa kecil yang penuh kebahagiaan bagi para pengunjung, sehingga mereka dapat beristirahat sejenak dari rutinitas yang padat dan kehidupan yang monoton,” ujarnya.
Karya-karya yang ditampilkan tidak hanya menyuguhkan potret kehidupan masa kecil, tetapi juga menghadirkan kesan emosional yang terasa dekat dengan pengalaman pribadi pengunjung. Menggabungkan permainan warna, ekspresi, dan momen yang diabadikan, fotografi digunakan sebagai medium untuk bercerita tentang kebebasan, kepolosan, serta senyuman masa kecil yang tulus, tanpa beban yang perlahan memudar seiring bertambahnya tanggung jawab dan kewajiban.
Selain melalui karya visual, Joyphoria juga mengajak pengunjung menikmati setiap rangkaian acara melalui dekorasi dan suasana pameran yang hangat dan menyenangkan. Acara ini juga menghadirkan penampilan dari beberapa band serta persembahan panitia dengan menampilkan irama dan lagu-lagu masa kecil yang familiar di telinga banyak orang.

(Fotografer: Kurratul Aina)
Salah satu pengunjung, Ridho, mengungkapkan perasaannya setelah menyaksikan rangkaian acara dan karya yang ditampilkan.
“Menurut saya, acaranya seru dan dekorasinya juga bagus. Temanya sangat relevan dengan kehidupan dewasa saat ini, dan tentunya membuat saya nostalgia dengan kenangan masa kecil,” ungkap Ridho.
Selain penampilan musik dan pameran fotografi, terdapat juga sesi jajanan masa kecil serta kumpulan mainan jadul, seperti congklak, slime, balon, dan lain-lain. Hal ini membuat pameran fotografi Joyphoria tidak sekadar menjadi wadah untuk mengapresiasi karya visual, tetapi juga menghadirkan ruang interaksi bagi pengunjung untuk kembali mengenang, merasakan, dan merayakan sisi diri yang sering terlupakan.
Sebagai penutup, Rafa menyampaikan harapannya kepada para pengunjung setelah menikmati acara Joyphoria.
“Harapannya, pengunjung dapat bernostalgia bersama kami dan melupakan sejenak kesibukan sehari-hari untuk menikmati serta mengingat kembali keseruan masa kecil yang tidak bisa kita ulangi,” tutup Rafa.
(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

