Hits: 4
Farrel Kresna Maruli Sibuea
Pijar, Medan. Ketika mendengar atau menyaksikan Rodeo, hal pertama yang terbayangkan adalah sosok koboi dengan atribut berupa topi besar, kemeja bermotif kotak-kotak western, beserta jin (jeans) biru. Bergerak dalam tujuan yang serupa, yakni berbagai penggembala berupaya untuk menaklukkan hewan ternak liar, sembari mengitari arena yang penuh dengan aksi ekstrem dan sorakan para penonton.
Secara definisi, Rodeo berasal dari bahasa Spanyol, yakni “rodear” yang bermakna mengelilingi atau mengumpulkan, merujuk kepada aktivitas mengumpulkan hewan ternak oleh penggembala di kawasan ladang Mexico dan Spanyol pada ratusan tahun lalu.
Olahraga apik dan ekstrem ini juga memiliki banyak asosiasi yang membantu penyelenggaraan ajang tersebut. Salah satu asosiasi yang terkenal adalah Professional Rodeo Cowboys Association (PRCA), dengan tujuan untuk menyusun regulasi dan standar kategori perlombaan dalam rangkaian kompetisi profesional yang berada di bawah naungannya. Adapun cabang sirkuit yang direstui oleh PRCA antara lain, seperti bull riding (menunggang banteng), bronc riding (menunggang kuda liar), dan roping (menangkap sapi dengan tali).
Salah satu kompetisi yang populer adalah bull riding. Sistematika untuk memenangkan pertandingan dari cabang ini, yaitu dengan bertahan menunggangi banteng liar selama 8 detik hanya dengan satu tangan.
Dilansir dalam idntimes.com, Rodeo pertama kali ditemukan pada abad ke-16 oleh para koboi di Meksiko, dibuktikan melalui beberapa karya seni peradaban Minoan-Mycenaean yang menunjukkan ukiran gerakan akrobatik yang dilakukan oleh manusia dan banteng. Kemudian, setelah beberapa waktu, Spanyol mulai mengadopsi budaya tersebut dalam rupa adu banteng, hingga budaya ini juga akhirnya sampai ke Meksiko dan mengalami pergeseran budaya.
Alih-alih sekadar pertarungan banteng, budaya ini berkembang menjadi sebuah pertunjukan dari seseorang yang berusaha bertahan dari punggung kuda hanya dengan tali. Pertunjukan ini kemudian dikenal dengan istilah Rodeo, dengan para Vaqueros atau koboi yang menjadi pemeran atau kontestan utama dalam membawakan sensasi apik dan ekstrem bagi para penonton.
Di Amerika Serikat, Rodeo digaungkan sebagai salah satu aktivitas dengan beragam peran. Salah satunya, sebagai ikon budaya yang membantu perkembangan industri dan film negara tersebut. Sensasi apik dan ekstrem dari olahraga ini banyak mengusung nilai khas Amerika Serikat melalui budaya seorang koboi.
Olahraga Rodeo kerap dihadirkan sebagai acara tahunan besar bagi para peminat, dengan elemen musik country, atribut, dan festival. Terdapat juga kosakata budaya dan pola pikir keberanian dalam mengambil risiko.
Selanjutnya, dilansir dalam mediaaku.com, Rodeo memiliki peran sebagai sumber penghasilan. Selain mendapatkan penghasilan dari penjualan tiket dan hadiah kompetisi, Para pegiat juga dapat bekerja menjadi pelatih di peternakan komersial sebagai preferensi.
Perkembangan Rodeo juga berkaitan dengan salah satu tokoh yang membantu mempopulerkan, yakni Buffalo Bill Cody. Beliau merupakan sosok pendiri dari pertunjukan langsung (live show), berjudul “Buffalo Bill’s Wild West Show” sebagai ajang mendemosntrasikan keahlian para koboi. Peranan pertunjukan ini menjadi salah satu inspirasi kompetisi Rodeo modern saat ini.
Tak luput, olahraga ekstrem ini juga menghasilkan kritikan terhadap tingkat risiko cedera yang tinggi pada setiap penunggangnya. Selain itu, Rodeo juga dianggap memberikan tekanan kepada hewan ternak yang digunakan sebagai sarana atraksi, hiburan, dan penghasilan. Oleh sebab itu, sistematika kompetisi juga menambahkan panduan keselamatan bagi para partisipan serta hewan ternak secara ketat.
Rodeo tetap dikenal sebagai salah satu olahraga yang iconic hingga saat ini. Selain menampilkan berbagai atraksi ekstrem dan berbahaya, kehadiran ajang penunggang hewan ternak tersebut juga melahirkan budaya dan identitas yang menarik minat penonton. Tentunya, setiap penunggang perlu memperhatikan keselamatan diri, beserta keselamatan para hewan-hewan yang terlibat. Jadi, apakah kamu tertarik menyaksikan keseruan kompetisi olahraga Rodeo?
(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

