Hits: 7

Aura Qathrunnada Gultom / Dea Love Pangaribuan

Pijar, Medan. Universitas Sumatera Utara (USU) sudah membagikan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) kepada mahasiswa baru angkatan 2026, sejak September lalu di seluruh fakultas yang ada di USU secara bertahap. Namun, sejumlah mahasiswa mengeluhkan tidak adanya barcode di KTM yang biasa digunakan untuk mengakses berbagai fasilitas kampus, termasuk perpustakaan.

Menjawab keluhan tersebut, Sekretaris Direktorat Penerimaan dan Layanan Mahasiswa (PLM) USU, Nana Dyki Dirbawanto, menjelaskan bahwa barcode pada KTM sengaja ditiadakan. Peniadaan tersebut dilakukan karena fisik kartu baru tersebut sudah dipenuhi oleh fitur cip Radio Frequency Identification (RFID), Near Field Communication (NFC), serta jaringan visa internasional.

Oleh karena itu, jika barcode ditambahkan, komponen kartu akan penuh dan ukuran barcode-nya cenderung akan kecil yang menyebabkan desain kartu menjadi tidak efisien.

“KTM visa yang sekarang bisa dipakai internasional. Ada RFID, fitur tap-nya, tapi memang kalau kemarin dikasih barcode, akan terlalu penuh. Kalau kemarin [tahun lalu] di KTM-kan barcode-nya kecil banget tuh, gampang rusak,” ungkapnya.

Namun, pihak direktorat memiliki solusi dengan memfasilitasi dua jenis kartu layanan kepada mahasiswa angkatan 2026. Kartu pertama merupakan KTM utama yang sudah dibagikan dari Bank Tabungan Negara (BTN) untuk seluruh fakultas di USU, serta kartu kedua adalah kartu berbasis e-money yang diterbitkan oleh bank persepsi masing-masing fakultas.

Kartu kedua inilah yang memuat barcode untuk akses layanan harian mahasiswa. Kartu tersebut juga didesain khusus menyesuaikan warna identitas masing-masing fakultas, seperti warna hijau untuk Fakultas Kedokteran Gigi, biru untuk Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan abu-abu untuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Pembagian KTM USU di Pendopo FISIP USU
Pembagian KTM di FISIP USU
(Fotografer: Dea Love Pangaribuan)

 

Kebijakan ini diterapkan berdasarkan hasil evaluasi dari angkatan sebelumnya, yang mana cetakan barcode pada fisik kartu lama kerap pudar dan cepat rusak. Oleh karena itu, direktorat menyediakan kartu yang lebih tahan lama bagi seluruh mahasiswa baru.

“Karena ternyata banyak yang cepat hilang barcode-nya. Jadi, kami sudah memikirkan itu terlebih dahulu dan membuat dua kartu untuk angkatan 26. Jadi mereka mahasiswa punya dua,” tambahnya.

Kartu dari fakultas ini juga sedang melalui proses cetak dan akan segera dibagikan kepada mahasiswa, serta diusahakan agar nantinya pembagiannya merata dilakukan pada semester ini.

Selagi menunggu masa pencetakan kartu dari fakultas berlangsung, mahasiswa angkatan 2026 yang membutuhkan akses mendesak ke perpustakaan tidak perlu khawatir. Pihak Direktorat PLM USU tetap menyediakan layanan aktivasi KTM Sementara (KTMS).

Mahasiswa dapat mengajukan KTMS ini baik secara langsung dengan mendatangi kantor layanan di Student Service Center USU maupun secara daring. Pengajuan dilakukan melalui platform resmi yang disediakan oleh kampus, sehingga aktivitas akademis dan kunjungan perpustakaan tetap berjalan lancar.

(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

Leave a comment