Hits: 4
Fadhilah Safa Salsabila Desky
Semakin lama kulangkahkan kaki ini,
semakin jalanku kehilangan arah,
hingga kakiku lebam menempuh perjalanan,
sedang batinku kian tenggelam dalam kesesatan.
Sampai pada suatu waktu,
dari kejauhan kudengar suara lirih memanggilku,
mengajakku kembali, kembali pulang.
Tak menanyakan mengapa aku pergi,
tak menghitung berapa kali aku mengingkari,
seolah tak pernah ada kecewa,
pintu-Mu tetap terbuka untukku yang penuh cela.
Saat itu, tangisku pecah tanpa aba-aba,
terlalu malu untuk mengangkat kepala.
Rasanya seluruh kotorku telah dipertontonkan.
Namun peluk-Mu tak pernah kehilangan kehangatan.
Maka kepada-Mu,
kuhaturkan segala maaf yang terlambat kusampaikan,
Tuhan.

