Hits: 55

Siti Farrah Aini

Pijar, Medan. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aksi #MenujuIndonesiaGagal menuntut audiensi langsung dengan pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut). Setelah desakan berulang, Ketua DPRD Sumut menemui massa aksi di depan gerbang Kantor DPRD Sumut, pada Senin (15/6/2026).

Selama orasi berlangsung, salah satu aparat kepolisian sempat menyerukan bahwa Ketua DPRD Sumut, Erni Ariyanti Sitorus, sedang tidak berada di lokasi karena dalam kondisi sakit. Namun, pada akhirnya, Erni tetap menemui massa aksi pada sekitar pukul 15.50 WIB.

Angga Al Maaris Harahap, selaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sumatera Utara (USU) sekaligus perwakilan massa aksi, menyampaikan kekecewaan tentang ketidaksesuaian pernyataan aparat kepolisian atas keberadaan Erni, sebagai pihak yang diharapkan dalam  mendengarkan aspirasi massa.

foto DPRD Sumut Temui Masa Aksi Demo #MenujuIndonesiaGagal
Suasana penyampaian aspirasi oleh massa aksi
(Fotografer: Siti Farrah Aini)

 

“Di awal tadi, ada yang menyampaikan bahwasanya Ibu Ketua DPRD Sumut sedang sakit. Tidak dapat menjumpai kami [mahasiswa-mahasiswa] yang sebenarnya datang ke sini bukan mau berantem, bukan mau melakukan tindak kekerasan, tetapi kami hadir di sini untuk menyuarakan dan membela keresahan masyarakat,” tegasnya.

Dalam massa aksi tersebut, Angga menyoroti dinamika yang terjadi pada akhir-akhir ini. Melingkupi kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan megakorupsi Badan Gizi Nasional (BGN) di tengah situasi perekonomian masyarakat saat ini.

Erni menanggapi aspirasi yang disampaikan, dengan akan mengawal dan menyampaikan sesuai aspirasi kepada pemerintah pusat. Ia memastikan fungsi instansi sebagai pengawasan untuk mengawal setiap anggaran yang digunakan, sekaligus program-program pemerintah agar lebih berpihak kepada masyarakat.

Erni juga menanggapi pertanyaan massa aksi, mengenai jaminan dan tenggat waktu dari pengawalan yang dilakukan.

“Hari ini dari tim humas, akan segera mempersiapkan aspirasi ini untuk ditandatangani oleh saya sendiri untuk disampaikan langsung ke email DPR RI. Begitu juga menyusul surat aslinya untuk kami kirimkan langsung ke DPR RI. Boleh ditunggu hari ini, biasanya akan sudah ada capture-an [surat] yang akan kita berikan ke perwakilan [mahasiswa massa aksi],” jelasnya.

Salah satu mahasiswa, menyoroti langkah “diterima” dan “dikawal” merupakan jawaban yang terus diberikan. Ia mempertanyakan jaminan tanggapan dari email yang akan dilayangkan.

“Apakah akan ada jaminan juga bahwasanya email yang kita kirimkan itu akan ditanggapi? Bagaimana tanggapan dari DPRD Sumut bahwasanya email yang akan dikirimkan akan dikawal?” tegasnya.

Erni menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan rapat dengan komisi terkait dan akan berkoordinasi apabila tidak ada tanggapan lebih lanjut dari pemerintah.

Hingga berita ini diterbitkan, massa aksi masih menunggu tindak lanjut serta “janji” yang dinyatakan oleh DPRD Sumut. Harapan besar dari seluruh massa aksi bahwa aspirasi dan tuntutan, dapat disampaikan serta direalisasikan oleh pemerintah daerah hingga pusat.

(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

Leave a comment