Nadila Tasya Tanjung

Pijar, Medan. Saat ini bidang fotografi sudah merambah ke segala bidang, baik kuliner, pendidikan, olahraga, sampai gaya hidup. Menyoroti fenomena tersebut, akhirnya MILO (Millenial Organizer) mengadakan workshop photography yang diadakan pada Jumat (30/04) pukul 14.00 WIB.

Dalam acaranya, MILO menghadirkan 2 narasumber berpengalaman di bidang fotografi, seperti Tarmizy Harva dan Andi Lubis. Mengangkat tema “Capture Your Moment With Photography”, talkshow ini mengemas bahasannya dengan sangat unik.

Mendengar fotografi sudah pasti tidak asing lagi di telinga kita. Fotografi sendiri sudah dikenal sejak zaman dulu hingga sekarang. Bedanya, pada zaman dulu fotografi masih sedikit diketahui karena keterbatasan alat yang menjadi suatu hambatan bagi seorang fotografer ataupun kalangan umum untuk bisa mengabadikan moment, dsb. Namun sekarang, fotografi semakin dikenal dan menunjukkan eksistensinya di berbagai bidang.

Kemudahan akan fotografi pun semakin berkembang. Banyak orang yang menyukai fotografi, baik itu sekadar untuk mengabadikan moment, hobi, bereksperimen, bahkan hanya untuk mencegah kebosanan saja. Apalagi, zaman yang sudah serba digital sangat memudahkan kita dalam menggeluti bidang fotografi.

Dalam mengabadikan moment kini juga semakin mudah. Di mana hanya dengan menggunakan kamera ponsel, kita sudah bisa mengambil foto. Hasil foto yang ada bahkan dapat menjadi pundi-pundi rupiah bagi kita. Contohnya saja, sekarang ini orang-orang suka mengambil foto ketika pergi liburan atau foto makanan yang akan disantap, yang kemudian foto tersebut di-posting di media sosial mereka. Postingan tersebut menjadi konten yang dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Trik-trik foto oleh Andi Lubis dalam fotografi kamera ponsel selaku narasumber dalam acara Workshop Fotografi Millenial Organizer (Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi)

Tetapi dalam pengambilan foto, kita juga tidak boleh sembarang. Diperlukan kreativitas agar dapat menampilkan estetika dalam foto yang kita potret. “Dalam fotografi, masalah yang sering dilontarkan pasti (Bagaimana sih kita membuat foto yang bagus? Bukankah harus memakai kamera yang canggih?), dan jawabannya sangat simpel. Kita harus pilih dan tentukan dulu jenis foto apa yang akan kita foto, seperti hunting foto model kah, arsitektur, furniture klasik, dan lain sebagainya. Hal yang terpenting ialah bagaimana kita berkreativitas dalam fotografi, bukan melulu soal kamera,” ungkap Tarmizy.

Kamera yang canggih dan terdepan bukanlah sesuatu hal yang wajib dipunya untuk melancarkan hasil foto. Karena sebenarnya kamera canggih hanya untuk membantu kita, bukan menyempurnakan hasil foto. Meskipun hanya bermodalkan kamera ponsel, kita pasti dapat membuat foto yang estetik, asal kita mau untuk terus berlatih. Kemudian, temukan ide-ide sekreatif mungkin.

“Kuncinya adalah ide dan kreativitas, dengan diikuti rules-nya. Ibaratkan saja kita sedang bermain game, di dalam game pasti kita mempunyai tujuan tertentu untuk memenangkannya dengan berbagai trik yang kita pakai, sama halnya seperti fotografi. Fotografi itu akan terasa challenge-nya apabila kita tahu trik-trik nya untuk menghasilkan konsep dari segi estetik dan etiknya,” jelas Andi.

Dengan kamera ponsel dan pemanfaatan ide kreativitas sendiri, kita bisa menghasilkan hasil foto yang berkualitas. Layaknya seperti foto studio ataupun memotret dengan kamera canggih. Hal tersebut dibagikan Andi dengan 3 jurus sakti foto kamera ponsel. “Yang pertama kita bisa atur eksposurenya, mau terang atau gelap. Lalu yang kedua sangat penting ialah pencahayaan, karena akan menentukan kuliatas foto tersebut, dan yang terakhir komposisi sebagai pelengkap,” tambah Andi.

(Editor: Erizki Maulida Lubis)

Leave a comment