Hits: 16

Josephine

Pijar, Medan. Dunia olahraga kembali digemparkan dengan tren olahraga Hyrox. Tidak ada waktu untuk beristirahat lama, tidak ada tempat untuk bersembunyi dari rasa lelah. Inilah Hyrox, kompetisi kebugaran jasmani (fitness) di dalam ruangan (indoor) yang tengah naik daun di kalangan pencinta fitness, termasuk di Indonesia.

Hyrox merupakan kompetisi kebugaran (fitness racing) global yang diperkenalkan pertama kali pada tahun 2017 di Hamburg, Jerman oleh Christian Toetzke dan Moritz Furste. Menggabungkan lari dengan latihan fungsional, olahraga ini dirancang untuk meningkatkan kekuatan, ketahanan, dan kebugaran secara keseluruhan.

Secara konsep, Hyrox terlihat sangat sederhana. Kompetisi ini dilakukan di indoor, serta mengikuti format yang tetap dan terstruktur. Setiap peserta harus berlari sejauh 8 (delapan) kilometer yang diselingi dengan delapan jenis latihan fungsional berbeda, mulai dari SkiErg, Sled Push, Sled Pull, Burpee Broad Jumps, Rowing, Farmers Carry, Sandbag Lunges, hingga Wall Balls.

Format Hyrox yang terstandarisasi memastikan setiap perlombaan sama, sehingga memberikan lapangan yang setara bagi semua peserta. Bukan hanya itu, para peserta juga dapat membandingkan waktu dan kemajuan mereka di mana pun mereka berkompetisi, dengan tujuan memupuk rasa kebersamaan dan kompetisi global.

Di Hyrox, fokus utama terletak pada ketahanan fisik serta konsistensi performa. Mengingat durasi kompetisi yang mencapai 60 hingga 90 menit tanpa jeda, setiap peserta dituntut untuk mampu menjaga ritme pernapasan, kekuatan otot, dan stamina dalam jangka waktu panjang.

Tidak terbatas untuk atlet profesional, Hyrox bersifat inklusif dan dapat diikuti oleh pemula. Olahraga ini menyediakan berbagai kategori, yaitu:

  1. Open, yaitu kategori untuk pemula yang ingin tantangan dengan beban yang lebih ringan.
  2. Pro, yaitu kategori bagi mereka yang ingin tantangan lebih dengan beban yang lebih berat.
  3. Doubles, yaitu kategori berpasangan dengan teman, lari bersama dan berbagi beban di stasiun latihan.
  4. Relay, yaitu kategori tim berempat, sangat cocok untuk membangun kekompakan tim.

Adapun kombinasi lari dan latihan fungsional dalam kompetisi Hyrox membuat tubuh bekerja secara keseluruhan, sehingga kekuatan inti, otot, hingga stabilitas tubuh terlatih secara bersamaan. Tidak hanya itu, intensitas yang tinggi juga membantu meningkatkan kapasitas kardio, serta membuat jantung dan paru-paru bekerja lebih efisien seiring waktu.

Lebih dari Fitness, Kompetisi Hyrox Menuntut Kombinasi Stamina Tinggi dan Mental Tangguh - www.mediapijar.com
Salah satu rangkaian kegiatan, yaitu menarik tali di stasiun Sled Pull kompetisi HYROX Taipei 2026.
Sumber Foto: ( X @minhospic)

 

Selain manfaat fisik, Hyrox juga memberikan dampak besar pada pembangunan mental tangguh. Hal ini karena setiap sesi latihan dan kompetisi bisa berlangsung lebih dari satu jam sehingga memaksa tubuh membakar kalori dalam jumlah besar, sekaligus melatih ketahanan dan fokus. Setiap peserta ditantang untuk tetap menyelesaikan apa yang sudah dimulai. Inilah yang membuat Hyrox tidak hanya sekadar olahraga, tetapi juga latihan mental yang mengajarkan konsistensi, disiplin, dan ketangguhan.

Meskipun sudah lama ada, popularitas Hyrox kian menanjak setelah mantan bintang tim nasional, Irfan Bachdim, sukses memecahkan rekor Indonesia di HYROX Hong Kong 2024. Olahraga ini semakin meledak dan menjadi perbincangan hangat global setelah idola ternama Korea Selatan, Choi Minho, berhasil meraih podium juara di HYROX Taipei 2026.

Saat ini, beberapa gym besar yang ada di Indonesia, seperti di Kota Jakarta dan Medan mulai mengadopsi pola latihan ini. Selain menambah eksposur bagi tempat fitness tersebut, Hyrox memberikan variasi baru agar anggota gym tidak merasa bosan dengan rutinitas yang berulang. Bagi kamu yang haus akan tantangan yang menguji batas kemampuan fisik, jangan lupa untuk mencoba Hyrox, ya!

(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

Leave a comment