Hits: 26
Grace Noverlin Gulo
Pijar, Medan. Umat Kristiani memperingati Kenaikan Yesus Kristus 40 hari setelah kebangkitan-Nya dari kematian sebagai tanda kemenangan Yesus atas dosa dan maut, sekaligus pengingat akan janji kedatangan-Nya kembali.
Peristiwa ini tidak hanya menjadi bagian penting dalam iman Kristen, tetapi juga membawa pengharapan baru bagi umat untuk percaya agar tetap hidup dalam kebenaran, kasih, dan pengharapan di tengah berbagai tantangan kehidupan.
Hal tersebut disampaikan oleh Pendeta (Pdt.) Petrus Kennedy Purba, selaku Gembala Sidang Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Joshua Ministry. Menurutnya, kenaikan Yesus ke surga menunjukkan bahwa misi keselamatan bagi manusia telah diselesaikan. Ia menjelaskan bahwa Yesus telah menang atas dosa dan maut, lalu kembali ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa, sebagaimana tertulis dalam Markus 16:19.
“Makna utama kenaikan Yesus adalah bahwa dia telah menyelesaikan karya keselamatan bagi manusia. Yesus menunjukkan bahwa dia hidup dan berkuasa, baik di bumi maupun di surga,” ujarnya.
Ia mengatakan, peristiwa kenaikan Yesus penting diperingati setiap tahun karena menjadi pengingat bagi umat Kristen akan janji Tuhan yang akan datang kembali. Setelah bangkit pada Hari Paskah, Yesus bersama murid-murid-Nya selama 40 hari sebelum akhirnya naik ke surga.
Pdt. Petrus juga menjelaskan bahwa kenaikan Yesus memberikan pengharapan bagi umat Kristiani melalui Roh Kudus yang akan menyertai, menghibur, dan menguatkan orang percaya dalam menghadapi persoalan hidup. Selain itu, ia menyampaikan pesan kepada generasi muda agar menjadikan perayaan kenaikan Yesus Kristus sebagai pengingat untuk hidup menjadi teladan dan membawa pengaruh positif di lingkungan sekitar.
“Anak muda Kristen harus berani tampil berbeda dengan membawa pengaruh positif, bukan ikut dalam pergaulan bebas atau hal-hal yang merugikan diri sendiri,” ucapnya.
Sementara itu, Lorenza, selaku jemaat di GPdI Joshua Ministry mengatakan bahwa perayaan kenaikan Yesus Kristus memberinya penguatan di tengah tekanan hidup dan ketidakpastian masa depan.
“Bagi saya, kenaikan Yesus adalah pesan bahwa Tuhan tetap memegang kendali atas hidup manusia. Di tengah tekanan pekerjaan dan ketidakpastian ekonomi, saya percaya Yesus tetap berkuasa atas segalanya,” tuturnya.
Dalam kesempatan ini, Pdt. Petrus berharap seluruh jemaat tidak hanya rajin beribadah, berdoa, dan melayani, tetapi juga menjadi pelaku firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan hanya menjadi orang Kristen biasa, tetapi jadilah pribadi yang memancarkan kasih dan menghasilkan buah yang dapat dirasakan orang lain,” tutupnya.
(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktaviani)

