Hits: 8
Azka Luthfiah Khalda
Pijar, Medan. Luma Organizer menyelenggarakan kegiatan aksi sosial pengutipan sampah bertajuk “Cleaning Day at Car Free Day” yang melibatkan tujuh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara (USU). Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan Car Free Day (CFD) Lapangan Merdeka, Medan, pada Minggu (10/5/2026).
Kegiatan dilakukan dengan menyusuri area CFD sambil mengutip sampah yang berserakan di sekitar area duduk dan titik keramaian pengunjung. Dalam pelaksanaannya, sebanyak 24 sukarelawan berhasil mengumpulkan 12 kantong sampah penuh yang didominasi sampah plastik, botol minuman, dan sisa makanan.

(Fotografer: Azka Luthfiah Khalda)
Fenomena tersebut menunjukkan persoalan kebersihan di ruang publik tidak hanya berkaitan dengan fasilitas, tetapi juga kesadaran masyarakat dalam menggunakan ruang bersama. Banyak pengunjung datang untuk menikmati kawasan CFD, tetapi meninggalkan sampah setelah aktivitas selesai dilakukan.
Project Leader Luma Organizer, Faisal Hisyam, mengatakan kegiatan ini berangkat dari keresahan terhadap kondisi kebersihan di kawasan CFD yang ramai dipadati masyarakat setiap hari Minggu.
“Ya, keresahan utama kami adalah kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Kami melihat banyak orang berkegiatan, tetapi kebersihan lingkungannya tetap tidak dijaga,” jelasnya.
Salah satu sukarelawan, Wilson, mengatakan aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan ruang publik. Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada petugas kebersihan ataupun pemerintah.
“Kalau lingkungan ingin tetap bersih dan lestari, kita juga harus ikut melakukan tindakan nyata, bukan hanya berharap dari orang lain,” ucapnya.
Sementara itu, salah seorang pengunjung CFD, Delphi, menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap kesadaran masyarakat selama berada di area CFD.
“Menurut saya bagus, karena membuat orang-orang di sekitarnya jadi lebih sadar bahwa sampah memang harus dibuang pada tempatnya,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Luma Organizer berharap para sukarelawan yang terlibat dapat menjadi penggerak kecil di lingkungan sekitarnya untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan.
Mereka menilai perubahan kesadaran masyarakat dapat dimulai dari lingkup sederhana, seperti teman, keluarga, dan komunitas terdekat, sehingga kepedulian terhadap lingkungan dapat terus berkembang setelah kegiatan berlangsung.
(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

