Hits: 11

Yudika Phareta Simorangkir

Pijar, Medan. Umat Buddha kembali merayakan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (B.E.) yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2026, dengan tema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”. Penetapan tema tersebut diresmikan melalui penerbitan Surat Edaran Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha (Dirjen Bimas Buddha) Nomor 106 Tahun 2026, tentang Vesakha Sananda 2570 B.E. oleh Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama (Kemenag), pada Kamis (30/4/2026).

Dilansir dari kemenag.go.id, Supriyadi, Direktur Jenderal Bimas Buddha Kemenag, menjelaskan bahwa kegiatan Vesakha Sananda 2570 B.E. yang sudah berlangsung sejak 1 Mei hingga 31 Mei 2026, menjadi momentum penting untuk memperkuat penghayatan nilai-nilai dharma dalam kehidupan umat Buddha.

“Melalui rangkaian kegiatan ini, kami berharap umat Buddha tidak hanya merayakan Waisak secara seremonial, tetapi juga mampu menginternalisasikan nilai-nilai dharma dalam kehidupan sehari-hari serta berkontribusi dalam menjaga perdamaian dan kerukunan,” ujarnya.

Tema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia” menekankan pentingnya ajaran dharma sebagai pedoman hidup yang mampu menciptakan ketenangan batin dan kedamaian sosial. Kedamaian dapat dimulai dari langkah sederhana dalam keseharian. Mulai dari berpikir jernih, bertutur bijak, hingga membangun relasi saling menghargai.

Mengutip dari undira.ac.id, dharma dan cinta kasih adalah kekuatan yang mampu menjaga perdamaian, bukan perdamaian yang rapuh karena hanya disanggah oleh ketakutan atau kepentingan, melainkan perdamaian yang kokoh karena berakar pada kesadaran dan kasih sayang.

Sejalan dengan itu, Celine Chandra, salah satu anggota Keluarga Mahasiswa Buddhis Universitas Sumatera Utara (KMB USU), mengungkapkan bahwa tema Hari Waisak tahun ini menjadi pendorong mahasiswa sebagai agen perdamaian.

“Tema ‘Dharma Menjaga Perdamaian Dunia’ mengingatkan kita bahwa perdamaian dunia berawal dari kedamaian diri masing-masing individu. Dalam kehidupan mahasiswa yang penuh dengan dinamika sosial, ajaran Buddha mengajarkan pentingnya mengembangkan kebijaksanaan, cinta kasih, dan welas asih. Dengan menerapkan nilai-nilai dharma dalam berpikir, berbicara, dan bertindak, mahasiswa dapat menjadi agen perdamaian yang memberikan dampak positif bagi masyarakat luas,” ungkapnya.

Melalui peringatan Hari Waisak, umat Buddha diajak untuk menghindari konflik dan kebencian, menumbuhkan sikap toleransi, memperkuat persaudaraan, menjaga keharmonisan sosial, serta peduli terhadap lingkungan hidup.

(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

Leave a comment