Hits: 65

Kiki Nabila Tusu

Pijar, Medan. Seraya Organizer merupakan kelompok penyelenggara acara (event organizer) yang dibentuk oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara (USU). Seraya Organizer menyelenggarakan sebuah acara, bertemakan “Seraya Menyapa Senja” yang dilaksanakan di Panti Pemenang Jiwa, Jalan Nusa Indah, Kecamatan Medan Sunggal, pada Sabtu (16/5/2026).

Seraya Organizer mengangkat konsep pendekatan antara Generasi Z dan para lanjut usia (lansia) karena beberapa alasan. Arrazi Habib, selaku Pimpinan Proyek Seraya Organizer, menyampaikan alasan diangkatnya konsep mempertemukan Generasi Z dengan para lansia di panti. Menurutnya, salah satu faktor utama adalah kurangnya komunikasi antargenerasi, serta minimnya perhatian yang diberikan kepada para lansia saat ini.

“Salah satu faktornya adalah kurangnya perhatian dari generasi muda, terutama Generasi Z terhadap para lansia. Terlebih, banyak lansia yang berada di sini tidak pernah membayangkan bahwa mereka akan menjadi penghuni panti. Jadi, kami ingin meningkatkan kembali awareness generasi muda melalui acara ini,” ujarnya.

Tidak sedikit lansia yang akhirnya dititipkan di panti dengan berbagai latar belakang dan alasan keluarga. Arrazi turut menambahkan, bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk membangun kembali pola pikir generasi muda agar budaya penitipan lansia tidak terus berulang di masa mendatang.

“Para lansia di sini sebagian berasal dari generasi baby boomers atau Generasi X, lalu mereka melahirkan generasi milenial. Di mana beberapa dari generasi milenial ini yang menitipkan para orang tuanya. Nah, kami ingin mengajak generasi muda agar pola penitipan orang tua seperti ini tidak terus terjadi secara berulang. Harapannya, generasi muda nantinya tidak melakukan hal yang sama kepada orang tua mereka,” tambahnya.

Acara ini juga mendapat dukungan penuh, terutama dari pihak pengurus panti asuhan. Meskipun kegiatan serupa telah beberapa kali dilaksanakan, suasana hangat yang dibangun dalam acara ini mampu memberikan pengaruh emosional positif bagi para lansia.

Seraya organizer
Sesi perkenalan untuk membangun pendekatan dengan para penghuni panti.
(Fotografer: Kiki Nabila Tusu)

 

Beby, selaku salah satu pengurus panti, mengatakan bahwa kegiatan seperti ini perlu terus dilakukan. Menurutnya, para lansia tidak hanya membutuhkan perawatan secara fisik, tetapi juga perhatian dan dukungan emosional.

“Sebenarnya yang dibutuhkan para lansia adalah teman. Semakin bertambah usia, rasa sepi itu semakin terasa. Dengan kehadiran generasi muda melalui kegiatan seperti ini, sedikit banyak dapat mengurangi rasa sepi yang mereka rasakan,” ungkapnya.

Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan mampu memberikan dampak positif bagi berbagai pihak. Rouli Boru Tambunan, sebagai salah satu penghuni panti, menyatakan harapan bagi generasi muda ke depannya.

“Banyak dampaknya, saya merasa senang, bahagia, dan merasa terhibur sih, Nak, dengan acara ini. Bernyanyi bersama dengan yang lainnya. Harapan ke depannya, semoga kalian tetap mampu menjaga diri dan lebih sering untuk datang menjenguk kami,” harapnya.

(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

 

 

Leave a comment