Hits: 23

Anggun Natasya Sinambela 

Pijar, Medan. Di tengah padatnya aktivitas perkuliahan, perpustakaan di Universitas Sumatera Utara (USU) kini tidak lagi hanya dimanfaatkan sebagai tempat untuk mengakses ragam literatur. Bagi sebagian mahasiswa, perpustakaan justru menjadi tempat nyaman untuk beristirahat, mengerjakan tugas, hingga menunggu jadwal kelas berikutnya.

Hal tersebut dirasakan oleh Puthri Nazilah Kautsar, salah satu mahasiswa Program Studi Administrasi Publik USU stambuk 2025. Ia mengaku lebih sering datang ke perpustakaan untuk mencari suasana yang tenang dibandingkan meminjam buku fisik.

“Kalau saya biasanya ke perpustakaan untuk mencari tempat yang nyaman untuk beristirahat, tetapi terkadang untuk mengerjakan tugas juga. Untuk meminjam buku, sih, masih jarang,” ujarnya.

Menurutnya, suasana perpustakaan yang sejuk dan tidak berisik membuat mahasiswa lebih nyaman berada di sana dibandingkan tempat lain di lingkungan kampus, seperti kantin maupun taman di sekitar kampus. Pada semester awal perkuliahan, ia bahkan cukup sering menghabiskan waktu di perpustakaan untuk sekadar mengisi waktu saat ada jeda antarkelas mata kuliah.

Fenomena tersebut turut terlihat dari rendahnya angka peminjaman buku fisik dibandingkan jumlah pengunjung perpustakaan setiap harinya. Salah satu pustakawan di Perpustakaan USU, Sindiana Wulansari, mengatakan bahwa rata-rata peminjaman buku fisik per hari hanya berkisar 10 hingga 20 buku. Jumlah tersebut pun belum tentu berasal dari 20 mahasiswa berbeda, karena terkadang terdapat mahasiswa yang meminjam lebih dari satu buku dalam satu transaksi.

Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut belum dapat disebut sebagai pergeseran fungsi perpustakaan. Menurutnya, perpustakaan memang menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berdiskusi, dan beristirahat di lingkungan kampus.

“Memang banyak mahasiswa yang sekadar beristirahat. Namun, masih banyak juga mahasiswa yang benar-benar memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang untuk belajar meskipun tidak sampai meminjam buku,” tambahnya.

Hal tersebut juga didukung dengan adanya berbagai fasilitas, salah satunya ruang baca di lantai satu dan area The Gade Creative Lounge (TGCL), yang dilengkapi permainan catur dan table soccer sebagai sarana melepas penat mahasiswa.

Namun, bukan tanpa usaha, pihak perpustakaan tetap mempunyai strategi untuk menarik minat baca para mahasiswa. Pihak perpustakaan mengadakan kegiatan hari kunjung dan kegiatan literasi mini di setiap perpustakaan cabang di lingkungan USU. Selain itu, perpustakaan juga menambah jam operasional kerja, yang dulunya hanya sampai pukul 16.30 WIB, kini dapat diakses hingga pukul 20.00 WIB dengan sistem dua shift pelayanan.

Melalui fasilitas dan layanan yang tersedia, perpustakaan kini tidak hanya menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi juga berkembang sebagai ruang nyaman yang mendukung aktivitas mahasiswa di tengah padatnya kegiatan perkuliahan.

(Redaktur Tulisan: Yudika Phareta Simorangkir)

Leave a comment