Hits: 9

Khairun Nisa Lubis

Pijar, Medan. Delapan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) meraih medali pada ajang Siriraj International Medical Microbiology, Parasitology, and Immunology Competition (SIMPIC) 2026 di Bangkok, Thailand. Dalam kompetisi internasional yang diikuti 59 tim dari 43 universitas di delapan negara ini, delegasi USU membawa pulang enam medali perak dan dua perunggu.

FK USU mengirim tiga tim yang masing-masing terdiri dari empat orang, yakni USU 01, USU 02, dan USU 03. Hasilnya, tim USU 01 dan USU 03 berhasil menembus peringkat 15 besar dunia, sementara USU 02 berada di posisi 20 besar.

Kompetisi ini terdiri dari beberapa tahapan, mulai dari qualifying round, revival round, semifinal, hingga final. Meskipun tidak ada tim yang lolos ke babak final, delegasi USU tetap mencatatkan prestasi melalui skor individu yang masuk kategori peraih medali.

Ruth Maria Situmorang, mahasiswa FK USU angkatan 2020 yang meraih medali perak, menjelaskan bahwa kompetisi ini bukan sekadar ajang adu kemampuan akademik.

“SIMPIC tidak hanya tentang kompetisi, tetapi juga membangun kebersamaan sebagai tim. Kami belajar bareng sampai larut malam dan saling support satu sama lain selama di Thailand,” ujarnya.

Persiapan menuju kompetisi ini tidak singkat. Delegasi USU melewati proses seleksi berlapis dan latihan intensif selama berbulan-bulan.

“Sekitar enam hingga delapan bulan sebelum lomba, kami belajar dengan metode presentasi materi dari text book referensi, lalu tiga bulan terakhir fokus ke latihan soal dan try out,” ungkap Ruth.

Di balik hasil yang diraih, tantangan terbesar justru datang dari luar ruang kompetisi. Para peserta harus membagi waktu di tengah kesibukan akademik yang padat.

“Kami harus pintar mengatur waktu karena ada yang sedang persiapan uji kompetensi, koas, maupun kuliah. Selain itu, mental juga diuji untuk tetap percaya diri di level internasional,” tambahnya.

Tahun ini, jumlah delegasi yang dikirim meningkat dibanding tahun sebelumnya. Jika pada 2025 FK USU hanya mengirim dua tim, tahun ini bertambah menjadi tiga tim. Hasilnya pun menunjukkan peningkatan dari segi capaian.

Bagi para peserta, capaian ini bukan sekadar soal podium. “Pencapaian ini jadi bukti bahwa proses dan usaha kami berarti. Selain itu, ini juga menambah value dan kredibilitas kami ke depan, terutama untuk jenjang karier di dunia medis,” tutup Ruth.

(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

Leave a comment