Hits: 39

Zoraya Balqis

Pijar, Medan. Hari Perempuan Internasional yang diperingati pada setiap tanggal 8 Maret selalu menjadi momen penting untuk meneguhkan komitmen bersama dalam memperjuangkan kesetaraan, keadilan, serta penghormatan terhadap hak-hak perempuan. Per tahunnya, momentum ini tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi juga menjadi wadah refleksi bagi masyarakat di belahan dunia untuk mengetahui parameter perjuangan perempuan telah mencapai kemajuan, sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan yang masih dihadapi hingga saat ini.

Pada tahun 2026, peringatan Hari Perempuan Internasional hadir kembali sebagai tonggak simbolis setelah 115 tahun peringatan ini berlangsung di berbagai belahan dunia. Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, perempuan tetap memainkan peran yang esensial, baik di lingkungan keluarga, pendidikan, hingga sosial.

Menilik dari dinamika tersebut, Hari Perempuan Internasional tahun ini mengusung tema “Give to Gain”, yang berarti “Memberikan untuk Mendapatkan”. Tema ini menegaskan bahwa dukungan, waktu, dan sumber daya yang diberikan kepada perempuan adalah investasi yang melipatgandakan manfaat bagi masyarakat secara universal. Memberi dalam konteks ini bukan pengurangan, melainkan perkalian yang dilakukan secara sadar.

Tidak hanya secara universal, berbagai kasus yang beredar di ranah kampus, seperti pelecehan, kekerasan, dan diskriminasi juga menjadi persoalan serius yang membutuhkan penanganan bersama secara berkelanjutan, serta menjadi sorotan terhadap perlindungan perempuan.

Septi Mumtahanah, selaku anggota dari unit Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Universitas Sumatera Utara (PPK USU), memaknai tema Give to Gain” di ranah kampus sebagai wadah yang memfasilitasi keamanan dan keadilan, khususnya bagi para perempuan secara setara.

“Bagaimana dari semua civitas akademika, dapat memberikan (give) ruang yang aman untuk semua individu, khususnya perempuan secara setara. Di mana akhirnya, dari give tersebut akan mendapatkan gain, yaitu lingkungan kampus yang adil dan aman,” ujarnya.

Dyna Farica, mahasiswi Psikologi USU, juga mengemukakan urgensi Hari Perempuan Internasional dan tema “Give to Gain” sebagai mahasiswi dalam menyediakan ranah yang aman, sehingga para perempuan dapat menyuarakan haknya secara adil.

“Momentum Hari Perempuan Internasional dengan tema “Give to Gain” itu penting, karena ini menjadi pengingat kita bahwa isu keamanan dan kesetaraan perempuan harus perlu diperhatikan, terutama di lingkungan kampus. Kalau kita sama-sama aware dengan masalah ini, kita dapat meningkatkan kesadaran bersama,” tutup Dyna.

(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

Leave a comment