Hits: 101

Reporter Pijar

Pijar, Medan. Fase insecurity menjadi suatu permasalahan seseorang karena adanya konsep dan standar kecantikan yang diterapkan masyarakat umum sekarang ini. Hal itu menarik perhatian Lokatara Project Present untuk mengulik lebih lagi tentang self concept serta beauty standard dalam webinar dan beauty class dengan tajuk “Stay Gorgeous in Pandemic Season” bersama Emina yang diadakan pada Minggu (30/5) pukul 14.00-16.30 WIB melalui Zoom meeting.

Webinar ini mengundang pemateri Sofiari Ananda yang merupakan dosen Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara (USU) dan juga Rika Yunita selaku Emina Promotor dalam sesi beauty class.

Di era modern ini, standar kecantikan lebih beragam. Akan tetapi, media dan arus globalisasi memberikan celah untuk masuknya berbagai pemahaman cantik menjadi cantik seperti ala Korea atau cantik ala Eropa. Padahal, definisi kecantikan yang sebenarnya dapat diartikan sebagai sesuatu yang kita sukai, sesuatu yang menarik, atau menginspirasi sehingga mampu membuat kita senang.

Dalam pembahasannya, Sofi mengatakan bahwa kecantikan tidak lahir secara tunggal, akan tetapi secara keseluruhan. Rangkaian atau paduan hal itu terdiri dari beberapa faktor, seperti fisik, mental finansial, atau spiritual.

“Jadi cantik itu bukan hanya dari fisik, tetapi cantik juga adalah bagaimana mentalnya kita, finansial, dan spiritual kita,” tegasnya.

Pemaparan materi konsep diri oleh Sofiari Ananda selaku narasumber dalam webinar “Stay Gorgeous in Pandemic Season” yang berlangsung pada Minggu (30/5) Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi

Berbicara mengenai mental, insecurity merupakan salah satu contohnya. Insecurity digambarkan dengan perasaan tidak aman yang membuat seseorang merasa gelisah, takut, malu, hingga tidak percaya diri. Sebenarnya, perasaan insecure merupakan hal yang normal terjadi. Namun pada sebagian orang, kondisi insecure ini terjadi terus-menerus. Hal ini dapat timbul akibat pengalaman buruk, cara pandang yang salah, atau sifat perfeksionis.

Beberapa gejala insecure dijelaskan pada materi serta bagaimana cara kita mengatasi insecurity, seperti menepis pikiran negatif, menerima hasil yang tidak sesuai keinginan, mengubah kegagalan menjadi motivasi, meluangkan waktu bersama orang terdekat, juga membangun harga diri dan keyakinan diri (self concept).

“Jadi, kalau pandangan saya pribadi, kita harus insecure untuk maju. Dengan insecure kita jadi punya cambuk untuk menjadi versi yang lebih baik dari diri kita. Kalau kita terus-terusan merasa cukup dan tetap di zona nyaman kita gak akan maju,” jelas Sofi.

Ketika kita sudah mengenal diri kita dengan sangat baik, maka kita tidak butuh campur tangan orang lain terhadap diri kita dan menjadikan kita lebih mudah untuk bersyukur.

Dengan ini kita dapat menarik benang merahnya, ketika melihat standar kecantikan membuat diri kita insecure, kita harus mengenali lagi konsep diri kita. Apakah kita sudah mengenali diri kita? atau apakah konsep diri kita sudah cukup positif atau belum.

Pada sesi beauty class, para peserta dipandu oleh Rita dalam mengaplikasikan make-up dari step by step. Dimulai dari membersihkan wajah, memakai foundation, bedak, blush-on, dan lain-lain. Saat menggunakannya pula, beberapa tips diberikan untuk mengantisipasi terjadinya penuaan dini, seperti mengoleskan produk, misalnya blush-on dengan jari tengah dan manis karena jari telunjuk cenderung kasar, juga meminimalisir produk berbahan cream demi mencegah rusaknya make-up ketika memakai masker seperti di era pandemi sekarang ini.

(Editor: Erizki Maulida Lubis)

Leave a comment