Hits: 27

Mhd Abdul Fattah/Shalli

Pijar, Medan. Universitas Sumatera Utara (USU) Society for Debating (USD) menggelar USU OPEN 2018 di Pusdiklat LPPM USU, Jl. DR. Mansyur, Medan, Jumat (07/12). Acara yang dimulai pukul 14.30 WIB ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan dan dilanjutkan dengan kata sambutan dari ketua panitia dan tim juri sebagai perkenalan diri kepada peserta USU OPEN 2018.

Acara ini akan berlangsung hingga 9 Desember 2018. Mengusung tema “Discover The Serendipity” USU OPEN kali ini mengambil langkah baru untuk membahas isu yang saat ini sedang marak terjadi di tengah-tengah masyarakat. Di mana sebelumnya, pada 2016 USU OPEN membawakan tema “Breaking the Barrier” yang mana diharapkan para Debater dapat memecahkan masalah dan menemukan solusi untuk permasalahan yang dipaparkan.

“Berkaitan dengan hal tersebut lah sehingga melahirkan tema Discover The Serendipity di tahun 2018 ini. Agar saling berkesinambungan di setiap tahunnya,” jelas Dedy Gunawan selaku Ketua Panitia USU OPEN 2018.

Dalam acara ini, USD menghadirkan tim juri dari luar Kota Medan, salah satunya Ameer John dari Universitas Islam Internasional Malaysia (UIIM), seorang senior Debater berkelas internasional. Ada juga juri-juri dari dalam negeri sendiri yaitu Alif Azadi Taufik dan Fadhilah Fitri dari Universitas Indonesia (UI), serta Agung Pratama Sinulingga dari USU.

 Pemaparan materi dan ketentuan dalam lomba debat pada USU OPEN 2018 yang disampaikan oleh Alif Azadi di pembukaan USU OPEN 2018 (7/12). (Fotografer: Mhd Abdul Fattah)
Pemaparan materi dan ketentuan dalam lomba debat pada USU OPEN 2018 yang disampaikan oleh Alif Azadi di pembukaan USU OPEN 2018 (7/12).
(Fotografer: Mhd Abdul Fattah)

Acara ini bersifat nasional, maka para peserta bukan hanya dari daerah Medan saja. Para peserta hadir dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Aceh, Padang, Riau, Batam dan Pulau Jawa. Salah satunya Siti Hawa peserta dari Universitas Abulyatama, Aceh. Dirinya mengaku dalam USU OPEN 2018 ini merupakan kali pertama beliau mengikuti ajang debat Bahasa Inggris.

“Jadi, harapannya ya semoga ini tetap jalan terus, jangan pas di tahun 2018 itu berhenti, itu jangan. Maunya nanti tahun 2020 ada lagi. Supaya kami juga bisa berpartisipasi lagi, walaupun bukan saya yang representatifnya, mungkin junior-junior saya berikutnya,” ujar Siti ketika ditanya harapan.

USU OPEN 2018 memiliki sistem debat yang terbagi dua, yaitu Main dan Novice. Main merupakan para peserta yang sudah memiliki banyak pengalaman dan meraih prestasi dalam debat, sedangkan Novice ialah para peserta yang baru memulai untuk berdebat atau para pemula. Peserta yang berpengalaman akan disandingkan dengan peserta yang berpengalaman juga. Main melawan Main dan Novice melawan Novice. Jadi sistem penilaiannya cukup adil.

USU OPEN adalah program kerja dari USD sebagai UKM Debat di Universitas Sumatera Utara. Selain itu juga menjadi ajang untuk silaturahmi antar Debater nasional dan memperluas koneksi, sehingga diharapkan adanya pembelajaran dan juga peningkatan kualitas di antara para Debater pula.

USU OPEN 2018 ini sudah diadakan untuk kedua kalinya. Setelah sebelumnya sukses diselenggarakan pada November 2016. Persiapan USU OPEN 2018 sudah dilakukan selama setahun, namun untuk yg benar-benar dipersiapkan adalah tiga bulan terakhir. “Hal ini berkaitan dengan kendala kami sebagai panitia dalam mengadakan kerjasama, undangan peserta dan lain sebagainya yang mendukung acara pastinya,” jelas Dedy Gunawan sebagai penutup.

(Redaktur Tulisan: Maya Andani)

Leave a comment