Hits: 33

Najla Khairani

Pijar, Medan. Direktorat Prestasi Mahasiswa dan Hubungan Kealumnian (Ditmawalumni) Universitas Sumatera Utara (USU) memperkenalkan Aplikasi Kemahasiswaan dan Kealumnian (AMANDA) sebagai sistem baru, untuk mempermudah proses pelaporan dan verifikasi prestasi mahasiswa. Hal tersebut terlihat dalam unggahan akun Instagram @ditmawalumni.usu yang menampilkan tutorial pengisian AMANDA pada Rabu (5/11/2025).

Aplikasi ini merupakan pengembangan dari sistem sebelumnya yang selama ini hanya mengandalkan unggahan data di Satu Mahasiswa, atau pelaporan manual melalui grup WhatsApp. Peluncurannya sengaja diselaraskan dengan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), agar mahasiswa baru dapat langsung memahami mekanisme pelaporan prestasi sejak awal masa studi.

Muhammad Gahara Bastari, Manajer Pengembangan Karakter, Kreativitas, dan Prestasi Mahasiswa, menjelaskan bahwa AMANDA dirancang untuk menjawab permasalahan pendataan prestasi mahasiswa yang tidak tercatat karena dokumen tautan hilang, drive pribadi dihapus, atau data tercecer.

“Data mahasiswa sering tidak bisa diunduh lagi karena tautannya sudah mati. AMANDA hadir supaya rekam jejak prestasi mereka tetap tersimpan dan terdokumentasi,” ujarnya.

Meski disebut aplikasi, AMANDA bukan platform terpisah yang digunakan langsung oleh mahasiswa. Sistem ini berada dalam portal Satu Mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa cukup mengisi prestasi di satu pintu, sementara seluruh proses verifikasi dilihat dari aplikasi AMANDA yang dikelola oleh Ditmawalumni.

Ditmawalumni tetap mengacu pada panduan nasional melalui Sistem Informasi Manajemen Pemeringkatan Kemahasiswaan (SIMKATMAWA), untuk menentukan prestasi yang diakui dalam pemeringkatan universitas. Hanya juara satu, dua, dan tiga tingkat provinsi, nasional, dan internasional yang dihitung dalam indikator kementerian.

Meski begitu, mahasiswa tetap dapat mencatat seluruh prestasi tanpa pengecualian, mulai dari juara harapan, hingga kegiatan peningkatan kompetensi seperti jambore, konferensi, hingga pramuka. Semua prestasi yang memenuhi kriteria dapat memperoleh rekognisi Satuan Kredit Semester (SKS) sesuai aturan fakultas dan universitas, tetapi tidak diberikan insentif pada Malam Anugerah Prestasi Mahasiswa USU. Gahara menambahkan bahwa hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap capaian mahasiswa.

“Kami ingin mendukung capaian mahasiswa, tetapi tetap harus mengikuti regulasi dari kementerian dan PDDikti,” ucapnya.

Juara provinsi mendapatkan rekognisi dua SKS, tingkat nasional empat SKS, dan tingkat internasional enam SKS.

Hadirnya AMANDA diharapkan dapat menciptakan sistem pendataan prestasi yang lebih cepat dan akurat, sekaligus memastikan setiap pencapaian mahasiswa tercatat dan tidak lagi terabaikan.

(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

Leave a comment