Hits: 67

Yulia Kezia Maharani

Pijar, Medan. ACE Commerce Community mengadakan Webinar bertajuk “Everything Starts With a Daydream”, ini lantaran melihat dunia copywriting yang semakin berkembang. Seminar ini dilaksanakan pada Kamis (22/4) pukul 14.00-16.00 WIB, bersama Agustinus Norman Mahardhika selaku Copywriter di Lemonilo.

Pernahkah kamu mendengar istilah copywriting? Dalam dunia bisnis serba digital sekarang, copywriting memegang peranan penting dalam content marketing. Copywriting sendiri merupakan seni merangkai kata-kata yang bersifat persuasif untuk menghasilkan tulisan yang “menjual” dan ketika dipasarkan dapat membuat orang tertarik serta membeli produk, brand, atau jasa tersebut.

Lantas, hal-hal apa saja kah yang perlu diketahui dalam membuat tulisan copywriting?

Seorang copywriter memiliki 2 jenis gaya berpikir, yakni Investigations melalui sisi otak bagian kiri di mana kita dapat melihat peluang dan data sebagai dasar atau acuan untuk menulis. Kedua, Imaginations yang merupakan sisi otak bagian kanan, tempat kita mengolah kata dengan menggunakan data serta berbagai insight yang kita kumpulkan.

Agar dapat menghasilkan copywriting dari melamun yang efektif, kita harus mengetahui zona produktif kita. Misalnya di jalan, cafe, perpustakaan, mall, dan di mana saja ketika kita merasa nyaman dan mampu menemukan ide yang original. Setelah kita berhasil mendapatkan ide, kita harus mempersiapkan catatan untuk menyalin ide tersebut sehingga dapat dihubungkan dengan daily job requestnya kita.

Pemaparan materi oleh Norman Mahardhika selaku narasumber dalam webinar “Everything Starts With a Daydream” yang berlangsung pada Kamis (22/4) (Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi)

Dalam menulis copywriting, tentunya memiliki beberapa kiat untuk menarik para konsumen. Karena pada dasarnya, copywriting bukan hanya soal mengarang indah, tetapi juga memerlukan strategi dibaliknya.

Pertama, dekonstruksi sinonim-antonim. Di mana kalimat memiliki makna yang sama tetapi penekanan dan konteksnya berbeda. Misalnya, kalimat “kenali hatinya lebih jauh” dengan “kenali hatinya lebih dekat” yang memiliki kesamaan makna tetapi konteks kata berbeda.

Kedua, repetition dan redundant. Biasanya, repetition merupakan pengulangan kata dengan cara recall with conseptual meaning. Sedangkan redundant merupakan pengulangan kata atau pesan yang tetapi tidak ada konsep yang dibangun, sehingga berpotensi mengakibatkan ineffective message. Hal tersebut perlu dikenali untuk menciptakan copywriting yang baik.

Lanjut yang ketiga adalah wordsketch game, berupa komposisi tulisan dengan mengandalkan permainan rima kata yang menyulut pesan menjadi lebih iconic. Wordsketch juga dapat membantu penulis dalam membuat tagline. Contohnya seperti “Penonton Bijak, Ayo Stop Bajak!”

Terakhir, terdapat akronim yang merupakan singkatan kata yang dapat mengubah kata itu sendiri menjadi sebuah nilai produk. Akronim juga sering dipakai ketika berpromosi. Contohnya seperti akronim Gojek “PSBB (Promo Sambil Berbuat Baik)” atau “SERASI (Sensasi Rasa Indonesia)”

Creative Copywriters are always questioning with long process and publish their result with short yet explosive format,” ungkap Norman.

Dalam membuat copywriting dibutuhkan proses yang panjang. Dimulai dari menentukan apa yang disukai target pasar, membangun hubungan yang baik dengan audience, hingga menciptakan kalimat yang singkat namun melekat dengan para audience (write short, think long).

(Editor: Erizki Maulida Lubis)

Leave a comment