Hits: 17

Maureen Christy Nauli Simanjuntak

Pijar, Medan. Setiap tanggal 5 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional sebagai momentum untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kekayaan alam hayati negeri ini, dari puspa (flora) hingga satwa (fauna) yang khas dan telah mendapatkan status perlindungan.

Puspa nasional merupakan sebutan untuk tumbuhan khas yang menjadi simbol keindahan dan kebanggaan bangsa, sedangkan satwa nasional adalah hewan yang mencerminkan karakter dan kekuatan alam Indonesia. Peringatan ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan mendorong kesadaran akan pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati yang kini mulai terancam oleh kerusakan habitat dan aktivitas manusia.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Wiratno, mengatakan dalam siaran pers KLHK bahwa peringatan ini seharusnya menjadi momentum bagi masyarakat untuk bertindak nyata. “Pelestarian puspa dan satwa bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh masyarakat. Kecintaan pada alam harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar peringatan simbolis,” ujarnya.

Pada peringatan tahun 2025, tema yang diangkat adalah “Harmoni Suara dan Aroma Alam Indonesia”. Sebuah ajakan untuk menjaga keseimbangan antara manusia, satwa, dan tumbuhan guna mewujudkan visi bersama hidup selaras dengan alam.

Indonesia memiliki tiga jenis puspa nasional yang menjadi simbol keindahandan keunikan flora nusantara. Melati Putih ditetapkan sebagai puspa bangsa karena melambangkan kesucian dan ketulusan hati, Anggrek Bulan sebagai puspa pesona yang mencerminkan keanggunan dan daya tarik Indonesia di mata dunia, serta Rafflesia Arnoldii sebagai puspa langka yang menunjukkan kekayaan hayati luar biasa di tanah air.

Dari Puspa ke Satwa, Menjaga Harmoni Suara dan Aroma Alam Indonesia - www.mediapijar.com
Elang Jawa, satwa langka kebanggaan Indonesia yang menjadi simbol keperkasaan dan keberanian
(Sumber Foto: tribratanews.polri.go.id)

Sementara itu, satwa nasional yang dilindungi terdiri dari Komodo sebagai satwa kebanggaan bangsa yang hanya ditemukan di Indonesia, Elang Jawa sebagai satwa langka yang melambangkan keperkasaan dan keberanian, serta Ikan Arwana Merah sebagai satwa pesona yang menggambarkan kemegahan dan kekayaan alam perairan Indonesia.

Melalui peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2025, diharapkan seluruh lapisan masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kelestarian alam Indonesia yang menjadi rumah bagi ribuan spesies unik di dunia.

Keterlibatan generasi muda dalam kegiatan konservasi juga menjadi kunci agar upaya pelestarian ini tidak berhenti hanya pada seremoni tahunan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata di lingkungan masing-masing. Seperti yang diungkapkan oleh Lydia Siadari, mahasiswa Biologi Universitas Sumatera Utara,

“Mungkin rasa cinta terhadap puspa dan satwa ini bisa dimulai dari hal kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan mulai menanam pohon,” ungkapnya.

(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

Leave a comment