Nadila Tasya Tanjung

Pijar, Medan. Dewasa ini, banyak orang yang berlomba-lomba dalam membangun personal branding bagi banyak orang melalui konten dari kehidupan seperti organisasi yang diikuti, beasiswa, dan sebagainya. Hal tersebut sejalan dengan acara Workshop Doers Festival yang kembali hadir dalam Chapter Universitas Sumatera Utara By XL Axiata Future Leaders (XLFL). Acara ini menghadirkan dua narasumber yakni Boy Kresenando Situmorang dan Rizki Oceano pada (02/05) pukul 13.00 WIB melalui Zoom.

Tidak dapat dipungkiri banyaknya antusiasme setiap orang untuk dapat membangun personal branding melalui content of life atau attractive content di media sosial, terutama Instagram. Dalam hal konten sekalipun, pentingnya copywriting yang baik terutama dalam membuat caption yang bagus, dapat memberikan impact sebagai hasil yang dapat dirasakan masyarakat.

“Alasannya karena konten itu mungkin sangat berdampak kepada pribadi kita. Karena itu kamu harus menentukan lingkungan content of life kamu, selayaknya seperti saya yang join dengan XL Future Leadership,” jelas Boy dalam pemaparannya.

Pemaparan materi Rizki Oceano selaku guest star 1 mengenai Attractive Content : Instagram dalam acara Doers Festival by XLFL USU (02/05). Sumber Foto: Dokumentasi Panitia

Seperti yang dijelaskan oleh narasumber, content of life ialah cara bagaimana seseorang mengatur hidupnya untuk dapat memberikan dampak kepada semua orang. Begitu pula halnya dalam membangun konten personal branding di media sosial terutama pada Instagram. Secara tidak langsung, juga harus memiliki dan membangun attractive content.

Boy dan Rizki sepakat mengatakan bahwa dalam membuat content of life ataupun personal branding di media sosial, harus lebih dulu menentukan konten kehidupan. Dalam konten media sosial yang attractive, juga harus memilih konten yang relate dengan kehidupan dan pengalaman. Maka dari itu, penting untuk mengedepankan konsisten, tentukan pilihan hidup, dan tujuan membangun konten, apakah suatu itu kebutuhan atau hanya keinginan saja.

Melakukan konten yang attractive di Instagram sendiri memiliki beberapa “menu belajar” yang dipakai Rizki dalam melakukannya. Pertama drafting, hal ini merujuk kepada keterstrukturan dan riset untuk memenuhi konten Kedua designing,  yakni pemilihan gaya bahasa yang tidak kaku dan pemilihan warna juga white space yang baik dalam penulisan kata. Terakhir ialah posting, merujuk kepada penentuan caption yang menarik dari banyak orang terutama followers.

“Instagram sangat mencintai konten yang panjang atau paling lama, juga insight full agar konten kita dapat muncul banyak di explore dan pencarian para followers kita,” ungkap Rizki.

Hal yang tak kalah menarik dalam membangun konten personal branding ialah Beyond Yourself. Membahas mengenai etika dalam membangun content of life atau attractive content dan bagaimana berperilaku nantinya. Hal itu diharapkan agar muncul impact yang mendukung personal branding pada masyarakat luas.

(Editor: Widya Tri Utami)

Leave a comment