Hits: 44
Dicky Wahyudi
Pijar, Medan. Setelah berhasil menjadi film dengan penonton terbanyak ketiga di Indonesia dengan jumlah 9,1 juta penonton, para pembawa siniar Agak Laen kembali hadir membawa cerita baru ke industri perfilman Indonesia. Empat kuartet yang memerankan film Agak Laen, seperti Jegel, Boris, Bene, dan Oki akan kembali meramaikan perfilman Indonesia dengan film lanjutannya, yaitu Agak Laen: Menyala Pantiku yang telah tayang sedari Kamis, 27 November 2025.
Beban yang dibawa film Agak Laen: Menyala Pantiku sangat besar, setelah film Agak Laen yang pertama berhasil menduduki film ketiga terlaris sepanjang masa di Indonesia. Selain itu, film ke-8 garapan rumah produksi (production house/ph) Imajinari ini juga harus bersaing dengan film lainnya yang telah berhasil mencuri perhatian, seperti Ngeri-Ngeri Sedap, Tinggal Meninggal, serta Jatuh Cinta Seperti di Film-Film.
Pada saat sesi gala premiere, para pemain, produser, dan sutradara dari film ini menyampaikan rasa optimis bahwa film ini dapat menghibur para penonton di akhir tahun mereka.
“Tinggikan ekspektasi kalian karena kita akan bayar, ya. Siap-siap akan ada adegan yang bisa membuat kalian melompat dari kursi karena lucunya,” ujar Jegel.
Film ini kembali ditulis dan disutradarai oleh Muhadkly Acho. Alur cerita kali ini tidak akan meneruskan cerita dari film pertamanya, sesuai dari misi Agak Laen untuk dapat mengikuti jejak legenda perfilman komedi Indonesia, yaitu Warkop DKI. Pada masanya, Warkop DKI bisa menciptakan cerita baru di setiap filmnya, dengan tetap menggunakan karakter sesuai nama asli mereka.
Agak Laen: Menyala Pantiku menceritakan tentang perjuangan Jegel, Boris, Bene, dan Oki dengan menjadi sekelompok detektif yang berulang kali gagal menjalankan misi. Pada akhirnya, mereka diberikan satu kesempatan terakhir untuk menyelesaikan misi baru yang diberikan. Misi tersebut menuntut mereka untuk menyusup dan menyamar ke suatu panti jompo, dengan tujuan menguak buronan dalam kasus pembunuhan anak wali kota.
Setelah menghadirkan perpaduan komedi dan horor di film pertamanya, kali ini sutradara film Agak Laen, bernama Muhadkly Acho akan menghadirkan perpaduan yang segar dalam perfilman di Indonesia, dengan memadukan komedi dan investigasi. Selain itu, film ini juga menghadirkan komedi situasi yang akan diperlihatkan lokasi utama cerita mereka, yaitu di panti jompo.
“Film ini tenang saja. Masalah pesan moral, film ini sarat akan tentang pesan moral karena kita mau ketawa-tawa aja. Siapkan pelampung karena film ini akan membuat kita terhanyut dalam lautan tawa,” ujar Acho.
Sebagai pasukan bermarga, yaitu sebutan penggemar Agak Laen, apakah ekspektasi yang ada akan terbayarkan dan film ini mengulang kesuksesan film pertamanya? Di akhir tahun ini, pemeran Agak Laen juga mengajak para pasukan bermarga serta seluruh masyarakat untuk datang meramaikan bioskop dan menyaksikan film mereka.
Dalam menutup acara pembukaan gala premiere film Agak Laen: Menyala Pantiku, Oki menyampaikan ajakannya kepada para penonton.
“Mari kita tutup tahun 2025 ini dengan tawa,” tutup Oki.
(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

