Hits: 51
Lely Siregar / Josephine
Pijar, Medan. Pada tanggal 27 Oktober 2025, Indonesia memperingati Hari Listrik Nasional yang ke-80. Peringatan ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi masyarakat terhadap perusahaan listrik di Indonesia, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang sektor kelistrikan Indonesia sejak 1945.
Hari Listrik Nasional pada tahun ini, bertemakan “Terangi Negeri, Wujudkan Mimpi, Menguatkan Empati”. Tema ini sesuai dengan upaya pemerintah serta PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, dalam mendorong transisi energi menuju masa depan yang lebih hijau dan ramah lingkungan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Dilansir dari palu.navigasi.co.id, dalam memperingati Hari Listrik Nasional ke-80, PLN meluncurkan program sosial “Light Up The Dream”. Program ini merupakan wujud kepedulian PLN terhadap masyarakat Indonesia yang sebelumnya tidak memiliki akses listrik mandiri. Melalui program ini, PLN menyediakan sambungan listrik gratis kepada keluarga prasejahtera di Indonesia, sehingga memungkinkan mereka untuk belajar, bekerja, serta beraktivitas secara lebih nyaman.

(Sumber Foto: hariansib.com)
Selain itu, PLN juga menggelar program spesial, yaitu Oktober Optimal Tambah Daya (OOTD). Program ini menawarkan diskon biaya tambahan daya listrik sebesar 50% yang berlaku dari tanggal 17 Oktober 2025 hingga 30 Oktober 2025.
Adapun program OOTD dapat digunakan oleh seluruh pelanggan tegangan rendah satu fasa di semua golongan tarif dengan daya awal antara 450 VA hingga 5.500 VA. Dengan adanya program ini, pelanggan dapat menghemat biaya penyambungan, yaitu cukup membayar 50% dari biaya normal.
Sehubungan dengan hal tersebut, Dosen Teknik Elektro Universitas Sriwijaya, Baginda Oloan Siregar, menyampaikan bahwa program-program kelistrikan yang dijalankan oleh PLN saat ini terbukti memiliki dampak positif bagi masyarakat kurang mampu yang ada di Indonesia.
“Sangat positif. Akan tetapi, harus ada targetnya supaya bukan hanya slogan saja. Jadi, program yang dilaksanakan sudah sangat positif karena dapat membantu masyarakat yang membutuhkan listrik, meningkatkan perekonomian masyarakat serta menumbuhkan empati, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Bagi Baginda, Hari Listrik Nasional merupakan pengingat pentingnya listrik di dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, peringatan Hari Listrik Nasonal bukan sekadar seremonial, melainkan juga mengingatkan setiap orang akan pentingnya peran listrik sebagai denyut nadi yang menunjang pendidikan, meningkatkan taraf hidup perekonomian, hingga menjadi fondasi bagi kualitas hidup dan kenyamanan sehari-hari masyarakat Indonesia.
“Oleh karena itu, perlu diingatkan kembali kepada seluruh jajaran pemerintah dan pemangku kepentingan untuk terus memaksimalkan kelistrikan di Indonesia. Baik dari sisi pemerataan akses, maupun dari sisi inovasi dan transisi menuju energi yang lebih bersih serta berkelanjutan di masa yang akan datang,” tutupnya.
(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

