Hits: 37

Adinda Amelia Putri Br. Tarigan

Pijar, Medan. Hari Pangan Sedunia (World Food Day) diperingati setiap tanggal 16 Oktober 2025. Peringatan ini mulai dilakukan sejak terbentuknya Food and Agriculture Organization (FAO), dengan menetapkan Hari Pangan Sedunia melalui Resolusi PBB No. 1/1979 di Roma, Italia.

Pada tahun ini, Hari Pangan Sedunia hadir dengan membawakan tema, “Hand in Hand for Better Foods and a Better Future”. Tema tersebut menekankan pada pentingnya kolaborasi antarnegara, organisasi, hingga individu dalam menciptakan sistem pangan yang lebih sehat, adil, dan berkelanjutan bagi setiap orang.

Isu mengenai pangan bukanlah permasalahan yang baru-baru saja dibahas, tetapi sudah menjadi isu lama yang cukup mendapatkan perhatian di tingkat global. Permasalahan ini juga sudah mendapatkan perhatian dari FAO, yaitu sebuah lembaga khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang didirikan untuk memerangi kelaparan.

Melansir dari tempo.co, Food and Agriculture Organization atau Organisasi Pangan dan Pertanian yang merupakan badan khusus dari PBB, telah dahulu bertindak dalam upaya global untuk memerangi kelaparan sejak tahun 1945. Hal tersebut dapat terlihat melalui tugas-tugas FAO yang berkontribusi dalam melakukan bantuan agar semua orang memiliki kesempatan untuk mendapatkan makanan yang berkualitas, hingga memperoleh kehidupan yang lebih sehat dan baik.

Dalam menjalankan tugasnya, FAO bergerak untuk mengambil langkah awal dengan melakukan World Food Survey yang pertama kali dijalankan pada tahun 1946. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan gambaran keseluruhan tentang situasi pangan di seluruh dunia, serta memperkuat fakta bahwa kelaparan dan kekurangan gizi di beberapa negara masih merajalela.

Dilansir dari laman resmi fao.org, dalam memperingati Hari Pangan Sedunia, FAO menggelar pameran global dengan tema “From Seeds to Sheeds” di Roma, Italia pada tanggal 10-13 Oktober 2025. Acara ini terbuka untuk umum dan bertempat di Taman Porta Capena. Tidak hanya sekadar pameran saja, acara ini juga menampilkan program budaya yang meriah, diisi dengan kegiatan lokakarya (workshop), acara memasak, dan pertunjukan yang merayakan warisan dan inovasi dari seluruh dunia.

Dilansir dari antaranews.com, Direktur Jenderal FAO, Qu Dongyu, mengatakan bahwa setiap makanan dimulai dengan sesuatu yang kecil, seperti benih semaian, benih ikan atau materi genetik yang tumbuh menjadi beragam makanan yang menyehatkan umat manusia.

“Makanan bukan hanya tentang sains dan biologi, melainkan juga tentang manusia, petani, nelayan, penggembala, ilmuwan, kaum muda, dan kaum perempuan yang tangan dan pikirannya memungkinkan makanan tersedia setiap harinya,” ucapnya.

Terselenggaranya kegiatan ini menandakan bahwa FAO telah berhasil memimpin upaya global untuk mengatasi kelaparan dan malnutrisi.

Saat sesi wawancara dengan Chikelu Mba, Wakil Direktur Divisi Produksi dan Perlindungan Tanaman FAO, mengatakan bahwa  pameran yang diselenggarakan dalam peringatan Hari Pangan Sedunia pada tahun ini, menjadi momen penting dalam perjalanan organisasi FAO dalam berkontribusi dalam sistem pangan di seluruh dunia.

“Pameran ini menjadi momen penting perjalanan organisasi dalam mencapai produksi, nutrisi, lingkungan, dan kehidupan yang lebih baik,” tambahnya.

(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

Leave a comment