Hits: 19
Estetia Alma / Septrian Tarigan
Pijar, Medan. Festival Tetralogi Narabahasa tahun ini ditutup dengan “Festival Menulis”. Acara yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Bulan Bahasa 2021 telah menyajikan empat sub-festival yang semuanya berkaitan dengan kebahasaan. Rangkaian terakhir dari kegiatan ini diadakan melalui platform Zoom Meeting pada Sabtu (30/10/21).
Acara dibuka oleh Innez Marheni selaku moderator. Sebelum memasuki penyampaian materi yang dibawakan oleh Asep Wijaya, para peserta ditantang untuk menulis sebuah paragraf. Tulisan tersebut harus berhubungan dengan beberapa momen yang ditampilkan di layar Zoom.
Asep menyampaikan beberapa hal terkait penggunaan dan fungsi bahasa bagi setiap orang. Ia mengatakan bahwa bahasa berfungsi untuk mengekspresikan, berkomunikasi, serta membangun hubungan sosial di lingkungan kita. Selanjutnya Asep menjelaskan mengenai kepenulisan. Menurutnya menulis merupakan proses menurunkan gagasan ke dalam lambang- lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa.

“Menulis merupakan salah satu bentuk dari keterampilan berbahasa. Dalam menulis setidaknya ada tiga komponen yang harus diperhatikan penuh oleh penulis. Menulis ialah suatu tulisan yang bermula dari dari suatu gagasan, penulis harus memiliki tujuan yang jelas ketika menulis sebuah artikel atau buku, serta penulis harus menulis menggunakan sistem aksara atau sistem bahasa yang berlaku pada daerah setempat. Itulah mengapa ketika menulis kita harus memerlukan pengetahuan mengenai ejaan,” ucap Asep.
Lebih lanjut, Asep menjelaskan mengenai beberapa tahapan dalam menulis. Pertama adalah tahapan perencanaan di mana penulis menentukan sasaran dan bahan yang akan digunakan, serta media apa yang akan dipilih. Kedua yaitu tahap di mana penulis harus membuat draf atau rangkuman awal mengenai apa yang akan ditulis, penyesuaian format, serta penyuntingan yang disebut dengan istilah swasunting. Lalu tahapan terakhir adalah penyelesaian yang berisi tahapan produksi, distribusi dan umpan balik.
Ia juga mengatakan bahwa hal yang menjadi fokus tulisan ialah penataan paragraf dan penalaran.
“Dalam suatu tulisan atau wacana baik itu karangan, artikel, atau buku yang akan menjadi fokus ialah keseluruhan penataan paragraf dan proses pengembangan paragraf. Salah satu aspek yang dilihat dalam sebuah tulisan ialah penalaran. Itulah mengapa pihak Narabahasa menekankan bagaimana cara menata sebuah wacana ketimbang menyampaikan terlebih dahulu bagaimana menertibkan sebuah ejaan dalam sebuah tulisan,” jelasnya.
Kemudian Asep menyatakan bahwa kiat yang baik dalam menulis dimulai dari menentukan ide atau gagasan, lalu menentukan tujuan penulisan, menentukan kalimat tema, dan yang terakhir membuat skema atau kerangka dalam menulis.
Vida Gessy, salah satu peserta mengatakan bahwa festival ini sangat menarik dan menambah wawasannya. “Festival ini menarik karena menambah wawasan dan pengetahuan saya terkait kiat-kiat menulis. Kemudian bisa membaca karya teman-teman yang lain juga. Secara keseluruhan ini seru dan bermanfaat. Festival seperti ini sangatlah penting diadakan tiap tahunnya dalam memperingati Bulan Bahasa. Festival yang diadakan oleh Narabahasa dapat meningkatkan daya tarik masyarakat terkhusus dalam bidang kebahasaan,” tuturnya.
Berakhirnya acara ini turut menutup rangkaian Festival Tetralogi Narabahasa. Sesi akhir ditutup dengan foto bersama dan salam perpisahan, serta harapan agar dapat bertemu di lain kesempatan.
(Redaktur Tulisan: Tasya Azzahra)

