Hits: 80

Yos Nathanael Mahanaim Kaban / Dicky Wahyudi

Pijar, Medan. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU) setiap harinya menjadi titik aktivitas padat mahasiswa. Sebagai salah satu fasilitas, area parkiran selalu dipenuhi oleh kendaraan bermotor para sivitas akademika ketika mereka berkegiatan di kampus.

Harusnya, fasilitas yang digunakan setiap hari sebaiknya dapat membuat para mahasiswa merasa aman ketika menitipkan kendaraan mereka. Namun, keamanan parkiran di FISIP USU masih menjadi perhatian. Muncul kekhawatiran setelah adanya kejadian enam unit sepeda motor milik mahasiswa hendak dibobol menggunakan kunci T oleh pelaku tak dikenal.

Kejadian tersebut berlangsung saat aktivitas perkuliahan sedang berlangsung. Meski kunci kontak beberapa kendaraan rusak, seluruh unit sepeda motor berhasil diamankan karena pelaku tidak berhasil membawa kabur satu pun yang dibobol.

Hal ini dibenarkan oleh Elvan Handoko, selaku petugas Satuan Pengamanan (Satpam) yang mengawasi keadaan parkiran FISIP, mengatakan bahwa ada empat unit sepeda motor di area belakang dan dua unit di samping yang sempat dibobol pelaku dengan kunci T. Namun, sepeda motor tidak berhasil lenyap dari parkiran tersebut.

“Dalam satu hari, ada enam motor yang sempat dibobol menggunakan kunci T oleh pelaku. Dua unit berada di belakang parkiran, sementara empat lainnya di samping. Beruntung, motor-motor tersebut tidak sampai hilang, hanya kunci yang berhasil dirusak,” ujarnya.

Situasi tersebut menjadi sorotan bagi para mahasiswa dan sivitas akademika. Salah satunya adalah Rifqi, mahasiswa Ilmu Komunikasi stambuk 2025, yang menyatakan bahwa parkiran FISIP dinilai masih terlalu sempit, dan koordinasi dari para satpam juga masih kurang memadai.

“Kalau untuk di parkiran FISIP ini, memang sangat ramai dan terbilang sempit. Petugas satpam juga mungkin masih kurang dalam hal koordinasi, sehingga memberi kesempatan bagi pelaku untuk melakukan pembobolan kendaraan di area parkir yang padat,” ungkapnya.

Mahasiswa berharap pihak pengelola segera menemukan solusi agar kondisi serupa tidak terulang. Dari pihak keamanan FISIP sendiri, Elvan menegaskan bahwa langkah penjagaan mulai diketatkan, dan dipastikan akan ada penambahan anggota penjaga di sekitar parkiran FISIP USU agar sekiranya kejadian yang sama tidak terulang kembali. Elvan juga menjelaskan regulasi penjagaan parkir yang ada.

“Untuk regulasi, sebenarnya harus dilakukan pemeriksaan STNK. Namun, dalam tanda kutipnya khusus anak FISIP yang satpam sudah kenal dan sudah dipercaya, memang sengaja dilepas, tetapi kalau ada mahasiswa dari fakultas lain parkir di sini untuk main atau ke kantin, itu harus menunjukkan STNK,” tegasnya.

(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

Leave a comment