Hits: 38

Alya Zafira / Grace Estephania 

Pijar, Medan. Sebagai lembaga pendidikan yang mengemban Tri Dharma Pendidikan dan memiliki visi Tropical Science and Medicine, Agroindustry, Local Wisdom, Energy, Natural Resources, Technology, and Arts (TALENTA), Universitas Sumatera Utara (USU) menjadikan riset sebagai pilar akademik untuk terus mengabdi dalam dunia pendidikan perguruan tinggi.

Implementasi Lembaga Penelitian (LP) USU dalam menjadikan riset sebagai pilar dalam pengembangan akademik adalah dengan melaksanakan penelitian rutin di setiap tahun. Sebagai lembaga yang mengurus setiap administrasi riset sivitas akademika, LP USU mengupayakan anggaran dana yang cukup, sehingga dapat dialokasikan kepada periset guna menghasilkan penelitian yang berkualitas tinggi.

Adapun dukungan pendanaan berasal dari dua sumber utama, yakni dana internal universitas dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek). Selain itu, kegiatan riset USU juga mendapat dukungan melalui skema lain, seperti Penelitian Dosen Pemula (PDP) dengan program equity, serta kerja sama riset dengan pemerintah kabupaten.

“Di tahun ini USU memberikan dana sekitar 15 miliar untuk 1.600 dosen yang melakukan penelitian. Adapun sokongan dana eksternal hampir berjumlah sama, namun 70 persen pendanaan berasal dari USU daripada pihak eksternal,” ujar Robert Sibarani selaku Kepala LP USU.

Melihat kondisi akreditasi USU yang kini telah berskala internasional, tujuan utama riset di USU adalah menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat dan memperkuat posisi universitas dalam peringkat nasional maupun internasional berdasarkan visi dan misi USU. Penelitian juga diarahkan agar sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), dengan luaran berupa publikasi di jurnal bereputasi, terutama yang terindeks Scopus.

Meski membutuhkan pembiayaan yang ekstra dalam hal tersebut, Lembaga Penelitian akan terus mengalokasikan dana yang tersedia agar USU mampu mempertahankan akreditasi internasional. Dalam pengimplementasiannya, mahasiswa turut dilibatkan secara aktif dalam setiap kegiatan riset. Pelibatan ini diharapkan membentuk budaya riset sejak dini, meski tidak semua mahasiswa menunjukkan minat yang sama.

“Benefit yang saya dapatkan setelah terlibat dalam penelitian dosen tentunya banyak bernilai secara praktis. Saya menjadi paham cara kerja pembuatan coklat dan tahapannya dari awal hingga akhir. Tentunya hal ini menjadi gambaran besar untuk proses akademik saya di dunia pekerjaan nanti,” tutur Bulan Pulungan selaku Mahasiswa Teknik Pangan USU.

Konsistensi penelitian menjadi salah satu tantangan utama. Banyak dosen harus berganti topik karena bergantung pada skema pendanaan tahunan. LP USU menilai pendanaan multi-tahun akan menjadi solusi penting agar dosen dapat menekuni bidang yang sama secara berkesinambungan.

Strategi lain untuk memperluas dampak riset adalah dengan memperbanyak publikasi internasional, sosialisasi rutin kepada dosen, serta meningkatkan keterlibatan mahasiswa dan alumni.

LP USU menekankan bahwa riset tidak sekadar formalitas untuk kenaikan jabatan, melainkan juga memperlihatkan pentingnya dampak riset, baik secara internal di kalangan civitas akademika maupun eksternal di masyarakat. USU bertekad memperluas kolaborasi, dan menumbuhkan budaya riset agar mampu bersaing secara internasional.

(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

Leave a comment