Hits: 34
Sri Muliana
Pijar, Medan. HUT ke-80 Palang Merah Indonesia (PMI) diperingati pada 17 September 2025. Tahun ini, PMI mengangkat tema besar dengan tagar #TebarkanKebaikan sebagai identitas utama. Tema tersebut membawa semangat untuk menularkan tindakan kebaikan, sekecil apa pun, sebagai kontribusi nyata bagi kemanusiaan.
Dilansir dari laman resmi pmi.or.id, PMI berdiri pada 17 September 1945 di bawah kepemimpinan Mohammad Hatta. Sejak awal, PMI aktif memberikan bantuan kemanusiaan, termasuk menolong korban Perang Kemerdekaan Indonesia, serta memulangkan tawanan perang Sekutu dan Jepang.
Berkat kiprah tersebut, PMI mendapat pengakuan internasional dari Komite Internasional Palang Merah pada 15 Juni 1950, dan diterima sebagai anggota ke-68 Liga Palang Merah dan Bulan Sabit Merah pada Oktober 1950. Kini, PMI berkembang menjadi organisasi kemanusiaan dengan jutaan relawan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Memasuki usia ke-80, PMI tidak hanya merefleksikan perjalanan panjangnya sebagai organisasi kemanusiaan, tetapi juga mempertegas komitmen untuk tetap hadir di tengah masyarakat.
PMI mengajak masyarakat menularkan tindakan kebaikan sekecil apa pun sebagai kontribusi nyata di tengah konflik, krisis iklim, dan bencana kemanusiaan. Peringatan ini sekaligus menjadi momentum untuk menumbuhkan solidaritas, serta menjaga nilai kepedulian demi terciptanya bangsa yang tangguh dan berperikemanusiaan.
Semangat #TebarkanKebaikan juga tercermin dari pendonor darah yang konsisten mendukung program PMI. Salah satunya adalah Rahma Putri, seorang pendonor darah aktif sejak kuliah hingga kini bekerja, mengungkapkan bahwa motivasinya ikut donor darah berawal dari keinginannya untuk menolong orang lain.
“Motivasi saya ikut donor darah karena ingin menolong orang lain yang membutuhkan. Selain itu, donor darah juga bermanfaat bagi kesehatan pendonor, dan bisa meningkatkan kualitas hidup orang lain,” ujarnya.
Elfira Azzahra, panitia kegiatan donor darah tahun lalu, berharap PMI di usia ke-80 agar semakin solid, dekat dengan masyarakat, dan terus melangsungkan kegiatan donor darah, hingga berperan aktif ke dunia internasional.
“Semoga PMI semakin dekat dengan masyarakat dan terus inovatif. Usia 80 tahun itu sudah sangat matang. Jadi, saya berharap PMI bisa menjadi panutan gerakan kemanusiaan di Indonesia. Untuk kegiatan donor darah, semoga banyak generasi muda yang terlibat. Ke depannya, semoga PMI juga bisa sampai level internasional,” harapnya.
(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

