Hits: 34

Putri Theresia

Pijar, Medan. Hari Orang Tua Sedunia setiap tahunnya diperingati pada tanggal 1 Juni. Peringatan ini pertama kali dibuat oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2012 dan diadakan untuk menghormati para orang tua atas jasa, kasih sayang, serta komitmen mereka terhadap anak-anak di seluruh dunia.

Di masa sekarang, perubahan sosial dan teknologi berlangsung sangat cepat. Hal ini membuat peran orang tua menjadi lebih sulit. Oleh karena itu, Hari Orang Tua Sedunia adalah waktu yang baik untuk merefleksikan kembali tantangan dan cara terbaik mendidik anak di era digital. Salah satu tantangan besar yang dihadapi orang tua adalah menjaga anak agar tetap aman dan terhubung di tengah paparan media digital. Hal ini diungkapkan oleh Asina Christina Rosito,  selaku ahli psikologi.

Asina berpendapat bahwa tantangan orang tua untuk tetap menjadi tempat aman bagi anak untuk bercerita dan berbagi agar anak tidak hanyut dalam era digitalisasi ini dapat menimbulkan tekanan psikologis.

“Tekanan psikologis yang mungkin bisa dialami itu seperti stres akibat tuntutan dan ekspektasi tinggi sebagai orang tua, tuntutan pekerjaan bahkan sosial. Tuntutan ini seringkali menyebabkan kelelahan dan bahkan tekanan mental pada orang tua,” tutur Asina.

Asina juga menambahkan bahwa fenomena yang saat ini sedang ramai yaitu parenting goals (tujuan pengasuhan anak) juga merupakan tantangan yang dihadapi orang tua. Parenting goals merupakan usaha untuk menciptakan hubungan antara anak dan orang tua dengan harmonis.

“Fenomena parenting goals di media sosial semakin memperparah situasi ini. Meskipun media sosial sering menampilkan momen-momen positif, tekanan untuk mencapai kesempurnaan dapat berdampak negatif pada kesejahteraan mental orang tua,” ungkapnya.

Menghadapi situasi tersebut, orang tua memerlukan strategi yang efektif untuk tetap dapat menjalin hubungan baik dengan anaknya. Komunikasi terbuka dengan anak menjadi kunci untuk tetap saling terhubung.

Dukungan dari berbagai pihak juga menjadi aspek penting bagi orang tua. Dukungan tersebut dapat diperoleh dari pasangan, keluarga, komunitas agama, sosial, bahkan profesional. Hal ini sangat penting untuk membantu orang tua mengatasi tekanan atas tantangan yang dihadapi mereka.

Sebagai penutup, Asina memberikan pesan bagi para orang tua di seluruh dunia. Hal ini disampaikannya karena dirinya pun merupakan orang tua dari satu anak.

“Orang tua perlu belajar terus bersyukur karena dengan bersyukur kita bisa menikmati hal-hal yang dianugerahkan kepada kita. Menjadi orang tua yang sempurna bukanlah hal yang utama. Hal yang terpenting adalah memberikan yang terbaik bagi anak dengan tetap menjaga kesejahteraan diri sendiri dan keluarga. Bagaimana kita mensyukuri itu semua dan menjadi teladan bagi anak-anak kita itulah yang paling utama. Peran orang tua yaitu menjadi panutan bagi anak-anak kita,” tutup Asina.

(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

Leave a comment