Hits: 34

Grace Estephania

Pijar, Medan. Pers Dharmawangsa (Pedhas) telah melaksanakan acara pelantikan kepengurusan baru untuk periode 2025/2026. Acara ini dilaksanakan di Aula Universitas Dharmawangsa, Jl. Kol. Yos Sudarso No. 224 pada Selasa (29/7/2025).

Acara pelantikan ini dihadiri langsung oleh Zamakhsyari Hasballah Thaib, selaku Rektor Universitas Dharmawangsa. Para Wakil Rektor (WR), yaitu Syafruddin, selaku WR I, dan Eddy Iskandar, selaku WR II, serta sejumlah dosen dan alumni juga turut hadir sebagai peserta dalam acara.

Puncak kegiatan ini adalah proses pelantikan seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Dharmawangsa secara serentak, antara lain adalah Pedhas, Satuan Tugas (Satgas) Matahari, dan Satgas Kemanusiaan, serta mengawali pembukaan Dharmawangsa Expo 2025 yang telah menjadi agenda tahunan.

Sebanyak 14 mahasiswa dilantik menjadi simbol permulaan dari kepengurusan baru seluruh UKM Universitas Dharmawangsa periode 2025/2026, sekaligus menjadi langkah awal bagi M. Arkhan Nugroho dalam mengemban tanggung jawab sebagai Ketua Pedhas.

“Harapannya sih, semakin banyak teman-teman mahasiswa yang mau ikut berkecimpung di bidang jurnalistik. Melihat Pedhas juga membutuhkan sumber daya manusia yang lebih banyak, supaya bisa maksimal dalam menjalankan setiap program. Ke depannya, saya mau tidak ada program yang tertunda lagi,” tutur Arkhan.

Sebagai UKM yang sudah berdiri sejak tahun 2022, banyak harapan yang diberikan bagi Pedhas agar bisa meraih lebih banyak regenerasi kepengurusan di masa yang akan datang. Arkhan juga menyampaikan bahwa program yang belum terealisasi di periode sebelumnya, akan dituntaskan pada periode masa jabatannya. Selain itu, ia juga berharap agar dirinya bisa merancang program lain yang mendorong kelangsungan kegiatan Pedhas sebagai UKM yang aktif dan inovatif.

Amri, selaku alumni dan pencetus Pedhas, mengungkapkan harapannya terhadap kinerja anggota berikutnya yang akan meneruskan Pedhas pada periode baru ini.

“Saya harap semuanya tetap solid. Jika dilihat, jumlah anggota memang tidak banyak. Hanya saja, saya lebih menekankan ilmu jurnalistik yang ada pada masing-masing individu, daripada berjumlah banyak, tetapi kurang tajam soal ilmu jurnalistik,” tutupnya.

(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

Leave a comment