Hits: 48
Zoraya Balqis
Pijar, Medan. Di tengah kepadatan jadwal akademik kampus, sejumlah dosen di Universitas Sumatera (USU) menggelar kelas tambahan di hari libur nasional. Di sisi lain, hari libur nasional adalah momentum yang ditunggu oleh para mahasiswa, di mana hari tersebut memberikan kesempatan mahasiswa untuk beristirahat sejenak, dan menjalani berbagai aktivitas di luar ranah kampus.
Perbincangan terkait perkuliahan di hari libur nasional menjadi sorotan di lingkungan kampus. Di tengah luangnya waktu mahasiswa pada libur itu, ada beberapa dari mereka yang mengikuti kelas perkuliahan. Salah satu faktor diadakannya kelas tersebut adalah karena adanya target jadwal akademik yang harus dilunaskan.
Hal ini menuai banyak komentar dari mahasiswa, di mana kelas perkuliahan tersebut dilaksanakan tidak hanya secara daring, tetapi juga luring. Hal tersebut membuat mereka merelakan hari liburnya untuk mengikuti kelas perkuliahan di hari libur nasional.
Zulfi Chairi, selaku Dosen Fakultas Hukum USU, yang juga berperan sebagai Staf Ahli bidang Perencanaan, Aset, Perlengkapan, dan Pelaporan menyatakan bahwa harus ada persetujuan bersama antara dosen dan mahasiswa. Karena mahasiswa juga memiliki hak untuk memilih apakah akan melaksanakan kelas, atau tidak.
“Dosen harus ada pertimbangan pelaksanaan jadwal kuliah untuk memberikan keringanan kepada mahasiswa, agar mereka juga bisa menyesuaikan waktu,” ucapnya.
Sebagai pengajar, Zulfi juga memberikan tanggapan bahwa penetapan jadwal kuliah dapat ditentukan dengan menerapkan sistem pemungutan suara. Sistem tersebut diterapkan agar mahasiswa juga dapat menentukan pilihan mereka terhadap adanya kelas di hari libur nasional. Ia juga memprioritaskan mahasiswa untuk mengikuti sesi pembelajaran dengan jadwal yang sesuai, dan tidak bertabrakan dengan agenda lain.
Hal ini disetujui oleh Danish Ammara, salah satu mahasiswa dari Fakultas Hukum USU, yang menjabat sebagai Komandan Tingkat (Komting) di mata kuliah program studi Hukum Administrasi Negara, menyampaikan pandangannya terkait pengadaan kelas di hari libur nasional untuk mendiskusikan kesepakatan opsi hari yang lebih efektif dari dosen untuk mahasiswa mengikuti kelas tersebut, dikarenakan ada beberapa mahasiswa yang sudah menetapkan agenda hari liburnya untuk kegiatan lain.
“Apabila dosen berkeinginan untuk mengadakan kelas di hari tersebut, ada baiknya untuk didiskusikan dengan mahasiswa terlebih dahulu. Apakah mahasiswa sepakat dengan keputusan ditetapkannya kelas di hari libur nasional,” ujarnya.
Danish juga memandang bahwa kelas di hari libur nasional sering mengganggu aktivitas mahasiswa yang harusnya dialokasikan untuk menjalankan agenda pribadi, beralih untuk mengikuti sesi perkuliahan.
(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

