Hits: 23

Cindy Nathasya Silalahi

Pijar, Medan. Tidur mendengkur merupakan keadaan yang tanpa sadar kerap terjadi di beberapa orang. Lalu, apakah tidur mendengkur merupakan hal yang normal atau malah sebaliknya? Kondisi ini memang menjadi hal yang dianggap remeh dan biasa, tetapi dapat menimbulkan masalah serius jika dibiarkan begitu saja.

Munculnya suara dengkuran diakibatkan oleh saluran pernapasan yang tersumbat atau terhalang, lalu menyebabkan getaran pada saluran pernapasan ketika tidur. Dengkuran bisa terdengar lembut atau keras, hingga dapat mengganggu siapa pun yang berada di dekat seorang pendengkur. Semakin terhalangnya saluran pernapasan, maka semakin keras pula suara dengkuran yang dihasilkan. Melemahnya otot tenggorokan menjadi pemicu terhalangnya saluran pernapasan yang disebabkan oleh faktor penuaan pada seseorang.

Tidak hanya itu, terdapat beberapa penyebab munculnya dengkuran yang patut untuk diperhatikan. Kelelahan yang berlebihan setelah beraktivitas menjadi salah satu penyebabnya. Adanya penumpukan lemak di leher, posisi tidur yang salah, dan gaya hidup yang tidak sehat juga menjadi pemicu kebiasaan mendengkur.

Mendengkur menjadi gejala utama terjadinya apnea tidur (sleep apnea). Apnea tidur merupakan kondisi yang mengakibatkan pernapasan seseorang dapat terhenti sementara—sekitar 10 detik—selama beberapa kali saat tidur. Kondisi ini sangat berbahaya karena tubuh akan mengalami sesak napas dan kekurangan oksigen. Beberapa gejala yang biasanya dirasakan oleh penderita apnea tidur, yaitu sakit kepala saat bangun tidur, merasa sangat mengantuk di siang hari, dan terbangun dengan mulut yang kering.

Tidur mendengkur bisa terjadi dengan siapa saja, baik itu laki-laki maupun perempuan. Namun, berdasarkan American Academy of Sleep Medicine yang dikutip dari hellosehat.com, sekitar 40 persen laki-laki lebih sering tidur mendengkur, sedangkan perempuan yang tidur mendengkur berada di kisaran 20 persen. Kondisi anatomi tubuh dan pola hidup menjadi dua faktor utama penyebab mendengkur.

Mendengkur saat tidur kerap menimbulkan rasa tidak nyaman dan menurunkan kualitas tidur seseorang, sehingga dibutuhkan beberapa langkah untuk mengatasi kebiasaan tersebut. Langkah awal yang dapat dilakukan, yaitu alih-alih tidur telentang, sebaiknya mengubah posisi tubuh miring pada saat tidur. Posisi tidur telentang membuat lidah berpotensi tertarik ke belakang dan mendekati kerongkongan. Hal ini menyebabkan jalan udara menjadi sempit dan menghalangi aliran udara yang masuk.

Selanjutnya, menjaga berat badan ideal dengan mengurangi berat badan jika berlebih. Berat badan berlebih atau obesitas membuat lemak berlebih di area leher, tepatnya pada tenggorokan. Lemak berlebih ini akan mengakibatkan leher tertekan dari berbagai sisi, sehingga terhalangnya saluran pernapasan. Selain itu, berolahraga secara teratur, beristirahat dan tidur yang cukup, serta tidak mengonsumsi minuman alkohol dan merokok juga menjadi beberapa solusi mengatasi kebiasaan mendengkur.

Apabila semua cara tersebut sudah dilakukan, tetapi kebiasaan mendengkur tidak kunjung hilang, disarankan segera melakukan konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Pasalnya, tidur mendengkur yang berlebihan perlu diwaspadai, karena menjadi tanda gangguan kesehatan. Untuk itu, patut untuk mengenali dan memahami lebih dalam setiap tanda yang diberikan tubuh. Semakin cepat kita mengetahuinya, semakin cepat pula untuk mengatasinya.

(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

 

Leave a comment