Hits: 15
Adinda Mustika Sari
Pada jiwa tenang yang tak lagi berperan.
Entah apa rencana sang sutradara menyelesaikan peranmu
dan memaksaku berlakon dengan alur berbeda.
Sejenak kuselami kembali naskah takdir ini.
Saat kutahu menangis pilu di depan pusara bertuliskan namamu menjadi penutup kisah yang harus kujalani.
Alih-alih menyalahkan Sutradara yang kurasa terlalu kejam merangkai konflik dalam naskah takdirku,
Aku berusaha tetap berdiri tegap di atas panggung ini
Berlakon mengikuti alur meski hampa tanpa arti.
Aku melangkah, meski getir menggenggam erat relung jiwa ini.
Tertatih mencari makna dalam naskah takdir yang terkoyak harap dan angan.
Dalam denting waktu yang lirih, kupahat rindu di kanvas hati.
Menuliskan namamu dalam setiap bait yang tak tersampaikan.
Dan jika esok panggung ini kembali sunyi
Biarlah sisa langkahku menjadi saksi sakit ini.
Pada sudut relung hati yang tersembunyi
Biarlah kisah ini abadi sebagai jejak yang tak bisa pergi.

