Hits: 69
Dhia Fatiyah / Sinta Siregar
Pijar, Medan. Untuk menjawab minimnya platform di Sumatera Utara yang mendalami isu hubungan internasional, FPCI (Foreign Policy Community of Indonesia) Chapter Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar Welcoming Party MUN (Model United Nations) Class 2024 secara daring melalui aplikasi Zoom pada Sabtu, 16 November 2024. Acara ini mengawali program MUN Class yang diikuti mahasiswa dari berbagai jurusan, menciptakan ruang belajar interaktif bagi generasi muda.
Melalui MUN Class, peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mengasah keterampilan diplomasi, public speaking, negosiasi, dan analisis isu global melalui simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurut panitia, program ini dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan pemuda dalam memahami globalisasi, diplomasi, dan kebijakan negara. Dalam sambutannya, Jacquelijn Patricia, selaku Dewan Direksi Program MUN Class FPCI USU, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme para peserta.
Kegiatan ini juga menghadirkan dua pembicara, Alya Iffat, Founder dan Sekretaris Umum FPCI Universtas Indonesia, dan Tivona Ng Chun Yen, delegasi MUN berprestasi yang telah meraih penghargaan seperti Honorable Mention di Freitre World Model United Nations, Most Outstanding Delegate di Asia Youth International MUN, serta penerima Edusave Character Awards tahun 2022. Kehadiran mereka memberikan wawasan berharga kepada peserta tentang diplomasi dan keterampilan negosiasi.

(Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi)
Yang membedakan MUN Class FPCI USU dengan program serupa lainnya adalah pendekatannya yang mengintegrasikan teori dan praktik. “Kami memberikan mentoring langsung dari ahli serta alumni MUN berprestasi, sehingga peserta mendapatkan pengalaman nyata dalam simulasi diplomasi,” ungkap panitia. Selain itu, program ini memfasilitasi peserta dari berbagai latar belakang untuk berdiskusi secara interaktif, memperluas wawasan mereka terhadap isu global.
Panitia berharap MUN Class tidak hanya mencetak individu yang kompeten untuk berpartisipasi di MUN tingkat nasional dan internasional, tetapi juga membangun kepercayaan diri mereka dalam forum global. Ribka Nulo Zalogo, selaku Manager Customer Experience of Program Department, menambahkan, “Kami ingin memperkuat FPCI USU sebagai komunitas yang inklusif, interaktif, dan berpengaruh. Harapan kami, program ini melahirkan generasi muda yang lebih peduli, terampil, dan siap berkontribusi dalam menyelesaikan tantangan dunia,”
MUN Class FPCI USU menjadi ruang belajar yang unik, membuka peluang bagi mahasiswa Sumatera Utara dan luar daerah untuk berkembang dalam ranah diplomasi. Program ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi banyak peserta untuk mencetak prestasi di forum global dan memperkuat jejaring diplomasi generasi muda Indonesia.
(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

