Hits: 69
Hana Anggie Sachari Pasaribu
Pijar, Medan. Dalam rangka meningkatkan literasi terutama minat baca masyarakat Indonesia, gerakan Nusa Membaca dilaksanakan di Kota Medan. Kegiatan ini merupakan rangkaian agenda dalam Festival Semesta Buku yang diselenggarakan oleh Gramedia. Berkolaborasi dengan Medan Book Party, gerakan Nusa Membaca diselenggarakan di Gramedia Gajah Mada pada Minggu (3/3/2024).
Nusa Membaca adalah sebuah ajakan untuk bersenang-senang dan menikmati bermacam bacaan, juga wadah untuk berkumpul dan berteman melalui membaca. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kesempatan untuk berbagi dan mengekspresikan pendapat melalui rangkaian kegiatan, mulai dari diskusi, sharing, hingga panggung ekspresi.
Kali ini, gerakan Nusa Membaca mengangkat tema ‘‘Kreatif Membaca’’ dan menghadirkan Titan Sadewo, penulis buku puisi berjudul Celakalah Orang-orang yang Jatuh Cinta. Pada sesi sharing bersama penulis, Titan membagikan pengalamannya melakukan pendekatan terhadap penulisan puisi.
Titan yang berkecimpung di dunia sastra menyampaikan, puisi tidak seharusnya dikerangkeng dengan aturan tertentu dan bisa berbentuk apa saja. Begitu pun dengan inspirasi menulis puisi, bisa didapat dari mana saja, termasuk ayat-ayat di kitab suci, khususnya kisah raja-raja di masa para nabi.
‘‘Jadi, sebenarnya Celakalah Orang-orang yang Jatuh Cinta adalah ngomongin raja-raja pada waktu itu yang ‘self-love’. Semua raja itu pengin jadi Tuhan, dia terlalu cinta sama dirinya sendiri. Nah, jadi aku melihat itu sebenarnya,’’ ungkap Titan.
Tidak hanya proses kreatif dalam menulis puisi, Titan juga membagikan cara lain untuk membacanya. Menurutnya, seorang pembaca harus memiliki perasaan tidak puas pada suatu bacaan. Perlu dilakukan eksplorasi terhadap cara membaca, terutama karya sastra seperti puisi. Jika biasanya membaca dilakukan dari arah kiri ke kanan, maka bisa dicoba membaca dari arah kanan ke kiri atau bawah ke atas untuk menemukan sesuatu yang berbeda dari puisi tersebut.
Terakhir, Titan menutup sesi sharing bersama penulis dengan memberikan rekomendasi buku tentang puisi. Ia menyarankan karya-karya Chairil Anwar, Ahda Imran, dan Afrizal Malna untuk dibaca para peserta yang ingin lebih mendalami puisi.

Sumber foto: Dokumentasi Panitia (Medan Book Party)
Selain sharing bersama penulis, ada pula unjuk rasa berkarya. Pada sesi ini, para peserta diberikan kesempatan untuk menampilkan bakat yang ia punya. Setelahnya, kegiatan ditutup dengan games dan foto bersama.
Nelly Khairani Nasution dari pihak Medan Book Party berharap, gerakan Nusa Membaca dapat menanamkan perspektif bahwa aktivitas membaca buku itu menyenangkan.
“Untuk teman-teman, semoga semakin bertambah wawasannya terkait literasi, yang datang sendiri pulang-pulang sudah punya teman baru dan pengalaman baru. Terus, yang awalnya enggak terlalu suka baca buku dan hadir cuma nimbrung, semoga datang lagi di next event. Mindset baca buku itu kaku dan cupu semoga hilang. Karena, kita emang pengin kegiatan-kegiatan seperti ini berlangsung menyenangkan,” tutup Nelly.
(Redaktur Tulisan: Marcheline Darmawan)

