Hits: 46

Shefira Riani Manany / Cindy Nathasya Silalahi

Pijar, Medan. Apakah kamu pernah mendengar istilah delusionship? Akhir-akhir ini, istilah delusionship sedang ramai diperbincangkan, loh. Lantas, apa yang dimaksud dengan delusionship?

Pada dasarnya, istilah ini adalah gabungan dari kata delusion dan relationship yang kemudian membentuk kata delusionship. Dikutip dari cnn.indonesia.com, delusionship merupakan hubungan asmara yang hanya terjadi di dalam khayalan dan bukan di dunia nyata.

Dalam hal ini, seseorang menganggap dirinya memiliki hubungan yang dirasakan secara sepihak. Seseorang tersebut akan menciptakan narasi sendiri tentang pengalaman romantis dengan sosok yang disukainya.

Banyak faktor yang melatarbelakangi munculnya delusionship dalam diri seseorang, seperti kurangnya pemahaman terhadap realitas dan perasaan kesepian yang akan memicu seseorang untuk berimajinasi tentang hal yang diinginkan.

Perasaan takut atau trauma yang menimbulkan ketidakstabilan emosi dan kesehatan mental yang melemah, memungkinkan seseorang untuk mengembangkan delusi mengenai hubungan romantis tersebut. Perasaan cinta yang tidak terbalas juga menjadi penyebabnya. Delusi ini merupakan bentuk mekanisme koping yang tidak sehat.

Meskipun begitu, berada di kondisi tersebut mungkin menjadi kesenangan tersendiri bagi beberapa orang dan terkadang mereka tidak menyadari bahwa khayalan tersebut mengarah ke delusionship. Walaupun memiliki fantasi adalah hal yang wajar, fantasi yang berlebihan dan dalam waktu yang lama menjadi hal yang perlu diwaspadai.

Lalu, apa saja hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi delusionship?

Pertama, jangan menanamkan persepsi “Apakah mungkin?”. Ketika kamu menduga-duga untuk suatu hal yang tidak mungkin, maka kamu akan terjebak dalam delusionship. Jadi, kamu harus bisa mengontrol pikiran dan memahami dirimu sepenuhnya,

Kedua, mengakui perasaan bahwa hal yang difantasikan itu bersifat tidak nyata. Kamu harus sepenuhnya sadar bahwa tidak ada suatu hal yang perlu dilepas, karena pada dasarnya tidak ada hubungan yang terjalin. Sebaliknya, kamu perlu mencoba untuk menjalin hubungan baru atau berhubungan kembali dengan orang-orang yang selalu ada untukmu di dunia nyata.

Kemudian yang ketiga adalah berhenti untuk melihat sosok yang kamu sukai melalui media sosial. Kamu harus menyadari bahwa delusionship yang terjadi ini kerap sekali muncul karena seringnya kamu melihat mereka melalui media sosial, baik itu penampilan ataupun keseharian mereka, yang mana menjadi pemicu terbesar terjadinya delusionship.                                                                                                                                                                                                                                                                                          Jangan sampai delusionship ini menguasai dirimu, karena dapat mengganggu kehidupan dan membuatmu merasa tidak nyaman. Jika hal ini terjadi secara berlebihan, kamu harus segera menghubungi seorang profesional agar kamu dapat membedakan antara imajinasi dan realita.

Bagi kamu yang pernah mengalami atau terjebak dalam situasi delusionship, kamu harus berhati-hati dengan kondisi tersebut. Jangan sampai kamu tenggelam di dalam fantasi yang kamu buat sendiri, karena akan menimbulkan masalah bagi kehidupanmu mendatang.

(Redaktur Tulisan: Marcheline Darmawan)

Leave a comment