Hits: 45

Sinta Wulandari

Pijar, Medan. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan sosialisasi hasil Kongres Mahasiswa. Kegiatan ini merupakan rangkaian panjang Kongres Mahasiswa yang sebelumnya telah dilaksanakan pada 21—23 Agustus 2023. Sosialisasi Kongres Mahasiswa ini pun telah berlangsung di Fakultas Pertanian pada Jumat (15/9/2023).

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari Direktur Direktorat Mahasiswa dan Hubungan Kealumnian (Ditmawalumni), Syafrizal Helmi selaku alumni, jajaran kabinet dari BEM USU, Ketua BEM Fakultas sekawasan USU, serta delegasi dari Organisasi Mahasiswa (Ormawa) USU.

Kegiatan ini diawali dengan pembacaan berkas hasil Kongres Mahasiswa yang kemudian disebut dengan Undang-undang Dasar Masyarakat Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (UUD Masma USU) oleh ketua BEM USU. Kemudian, dilanjutkan dengan diskusi terbuka dengan perwakilan Ormawa USU.

Aziz Syahputra selaku ketua BEM USU menyampaikan, berdasarkan hasil Kongres Mahasiswa, telah ditetapkan konstitusi Ormawa USU 2023 yang berlaku sejak pengesahannya pada 22 Agustus 2023.

“Per tanggal 22 Agustus kemarin telah resmi disahkan konstitusi. Secara sepakat seluruh fakultas telah sah berubah nama dari PEMA menjadi BEM. Begitu juga adanya perubahan nama dari Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) menjadi Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM),” terangnya.

Pembacaan Berkas Hasil Kongres Mahasiswa Oleh Ketua BEM USU
(Fotografer: Sinta Wulandari)

Aziz juga mengungkapkan harapannya kepada Ormawa USU dengan adanya konstitusi ini, agar proses regenerisasi dan kaderisasi dalam organisasi dapat berjalan lancar.

“Dengan adanya konstitusi ini, saya berharap ke depannya proses regenerisasi dan kaderisasi dalam organisasi dapat berjalan lancar. Tujuan kita di sini untuk memperbaiki Ormawa kita secara internal dan bagaimana agar sistem kita bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya (15/9/2023).

Dalam proses pengesahannya, Aziz selaku ketua BEM USU menyebutkan bahwa terdapat kendala dan perdebatan dalam proses pengesahan draf tersebut.

“Kendala terbesar itu bagaimana caranya agar bisa mengonsolidasi dengan satu pemikiran. Diskusi, debat, dan berdialektika dalam forum berjalan dengan baik. Segala macam mekanisme persidangan itu tetap ada dalam proses dinamika. Namun, kendalanya bisa diatasi,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, masih kurangnya proses sosialisasi konstitusi kepada mahasiswa melalui media sosial Instagram dikarenakan kendala internal.

Hal ini juga diungkapkan Edi Jesaya, selaku perwakilan mahasiswa yang turut hadir dalam acara tersebut. Ia merasa masih kurang mengerti mengenai konstitusi ini.

“Dilihat dari yang sudah berjalan mengenai sosialisasi konstitusi yang sudah disahkan di Kongres Mahasiswa, saya belum dapat sepenuhnya bagaimana pengertian ataupun tujuan dari hasil Kongres Mahasiswa ini. Kemarin ada TLO kemudian diubah menjadi UUD Masma, saya masih belum dapat tujuan mengapa bisa diubah. Harapannya semoga ke depannya BEM USU bisa kembali menyosialisasikan ini lagi karena masih belum jelas,” ujarnya.

 

(Redaktur Tulisan: Hana Anggie)

Leave a comment