Hits: 25
Jenni Sihombing
Pijar, Medan. Akhir-akhir ini Indonesia dihadapkan dengan cuaca panas yang tidak biasa. Gelombang panas yang sudah dimulai sejak bulan April lalu ini juga berimbas di beberapa wilayah Asia.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca panas ini disebabkan oleh gerak semu matahari. Gerak semu matahari merupakan pergerakan semu matahari yang seolah bergerak dari selatan ke utara dan kembali ke selatan setiap tahunnya.
Kepala Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan, Indonesia sebagai negara tropis memiliki suhu rata-rata 25 derajat Celsius pada pagi hari dan 33-34 derajat Celsius pada siang hari. Hanya saja, ketika matahari melintas dekat dengan garis khatulistiwa, suhu meningkat.
“Sebagai akibatnya, ketika matahari melintas mendekati khatulistiwa pada akhir Maret, maka dua bulan berikutnya suhu di sekitar wilayah Indonesia akan naik dan terasa lebih panas,” ujarnya seperti dilansir dari kompas.com (28/4).
Selain itu, rasa panas yang dirasakan masyarakat Indonesia juga terjadi karena berkurangnya uap air oleh transisi yang terjadi dari musim hujan ke musim kemarau.
“Jadi ketika temperatur suhu naik, maka kelembapan udara juga akan meningkat, hal itu menyebabkan rasa gerah yang tidak nyaman,” jelasnya.

(Sumber Foto: freepik.com)
Selain menimbulkan rasa gerah, cuaca panas dapat menimbulkan dehidrasi. Hal ini terjadi karena jumlah cairan yang keluar tidak sebanding dengan jumlah cairan yang dikonsumsi. Cuaca panas juga dapat berdampak pada terjadinya infeksi saluran pernapasan (IISPA), masalah kulit, dan lain-lain.
Maka dari itu, penting bagi kita untuk menjaga kesehatan tubuh sebaik mungkin. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril menganjurkan untuk menghindari minuman dengan kandungan kafein, alkohol, dan yang terasa manis selama cuaca panas. Sebaliknya, perbanyaklah konsumsi air putih agar mencegah terjadinya dehidrasi.
Tips selanjutnya, hindarilah kontak dengan sinar matahari langsung dan gunakan pakaian ringan yang longgar. Jangan lupa untuk menggunakan tabir surya atau sunscreen minimal 30 spf sebelum bepergian.
Syahril juga mengimbau untuk selalu waspada dengan beberapa gejala seperti keringat berlebih, kulit terasa panas, jantung berdebar, kulit pucat, kram pada kaki, mual, pusing, serta urin yang berwarna kuning pekat.
“Jika gejala tersebut terjadi, dinginkan tubuh dengan kain basah atau sponge basah di bagian pergelangan tangan, leher, dan lipatan tubuh lainnya serta mengonsumsi banyak air putih,” jelas Syahril seperti dilansir dari kompas.com (25/04).
(Redaktur Tulisan: Marcheline Darmawan)

