Hits: 27

Muhammad Daffa Sami Fudail / Muhammad Afif Ramadhan

Pijar, Medan. Dalam menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) pada 2024 mendatang, masing-masing daerah tentunya akan mempersiapkan yang terbaik untuk atlet-atlet yang akan mereka turunkan pada ajang bergengsi tersebut. Seperti yang dilakukan oleh Sumatera Utara, tuan rumah PON pada 2024, persiapan mulai dilakukan dengan menyeleksi para atlet melalui Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) yang dimulai pada 29 Oktober 2022 hingga 5 November 2022.

Pada Porprovsu tahun ini terdapat tujuh belas cabang olahraga yang dipertandingkan. Penetapan cabang olahraga ini sesuai dengan rekomendasi dari hasil rapat koordinasi teknis Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut bersama KONI kabupaten/kota dan pengurus provinsi (pengprov) cabang olahraga se-Sumut yang digelar di Medan.

Dalam ajang Porprovsu ini tentunya ada kriteria cabang olahraga yang dipertandingkan, yaitu setiap cabor minimal harus memiliki tujuh belas pengurus cabang (pengcab) aktif yang berada di KONI kabupaten/kota. Bagi cabor yang tidak memenuhi kriteria tersebut dapat mengadakan kejuaraan daerah ataupun seleksi daerah.

Dari beragam jenis cabor yang dipertandingkan pada Porprovsu kali ini, tentunya terdapat satu yang paling bergengsi, yakni sepak bola. Olahraga yang satu ini diikuti oleh empat belas tim kabupaten/kota. Cabor sepak bola dimulai lebih awal daripada cabor lainnya, yaitu pada 25 Oktober hingga 4 November 2022 di Stadion Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) dan Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU).

Sepak Bola Porprovsu- medipijar.com
Kota Medan keluar sebagai juara umum dalam Porprovsu 2022.
(Sumber Foto: Viva.co.id)

Dalam pelaksanaannya, terdapat persaingan sengit yang terjadi di grup A yang terdiri dari empat tim, yaitu Langkat, Labuhan Batu Utara (Labura), Labuhan Batu Selatan (Labusel), dan Tebing Tinggi. Semua tim berpeluang lolos ke babak selanjutnya.

Kemudian, terdapat enam tim yang menyusul Tanjung Balai dan Asahan untuk masuk ke babak delapan besar. Adapun keenam tim tersebut adalah Langkat, Labura, Medan, Dairi, Serdang Bedagai (Sergai), dan Simalungun. Beruntungnya, Tanjung Balai dan Asahan sudah mengunci tiket untuk masuk ke babak perempat final.

Dalam berjalannya kompetisi, sedikitnya terdapat satu laga yang menarik untuk menuju babak perempat final, yaitu antara Medan dan Binjai. Keuntungan ada di tangan kesebelasan dari Medan karena mereka cukup menahan imbang skor untuk dapat melaju ke babak perempat final.

Setelah melewati proses yang panjang dan sengit selama pertandingan, pada laga final Porprovsu hanya menyisakan dua tim yang mempertemukan Medan dan Tanjung Balai. Akhirnya pertandingan pun dimenangkan oleh tim Medan usai berhasil menaklukkan tim Tanjung Balai lewat adu penalti.

Secara keseluruhan penampilan pada pertandingan final, tim Tanjung Balai bermain lebih apik dibandingkan tim Medan. Namun, serangan demi serangan yang dibangun oleh striker Tanjung Balai, Hernanto dan M. Akbar Ragil, tidak ada satu pun yang mampu menciptakan gol. Sepanjang laga berjalan, tidak ada perubahan yang dapat tercipta karena hingga akhir tak ada satu gol pun yang mampu diciptakan oleh kedua tim, sehingga terjadilah babak adu penalti.

Dalam laga adu penalti tersebut tim Medan berhasil mendapat skor 5 dari total lima tendangan. Sementara itu, Tanjung Balai hanya mampu mencetak empat gol dari total lima tendangan, sebab penendang terakhir sudah gagal melaksanakan tugasnya.

Pada akhir laga tercatat skor 5-4 untuk kemenangan tim Medan yang sekaligus mengantarkan mereka menjadi juara pada cabang olahraga sepak bola serta melengkapi gelar sebagai juara umum pada Porprovsu 2022.

(Redaktur Tulisan: Laura Nadapdap)

Leave a comment