Hits: 176

Arliana Tanjung / Salwa Salsabila

Pijar, Medan. Hari Anak Sedunia atau disebut juga World Children’s Day diperingati setiap tahunnya pada tanggal 20 November. Peringatan Hari Anak Sedunia mulai diresmikan pada tahun 1954 yang menjadi momentum untuk mempromosikan kesadaran dan meningkatkan kesejahteraan anak–anak. Saat 20 November 1990, Majelis Umum PBB mengadopsi deklarasi dan konvensi tentang hak-hak anak. Sejak saat itu, digaungkan untuk  merayakan hak-hak anak sedunia.

Dilansir melalui laman Unicef.org, tema yang diangkat dalam peringatan Hari Anak Sedunia di tahun ini adalah “Inclusion for Every Child” yang bermakna ajakan kapada seluruh lapisan masyarakat di seluruh dunia untuk turut serta memperingati Hari Anak. Tema tersebut juga merujuk ke ajakan untuk menyadari mengenai pendidikan & kesehatan mental anak, serta mengakhiri rasisme dan diskriminasi yang kerap kali dialami oleh anak-anak.

Menurut Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Indonesia (KPPAI), peringatan hari anak dimaknai sebagai bentuk kepedulian seluruh bangsa terhadap perlindungan serta tumbuh kembang anak secara optimal. Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mendukung harapan tersebut adalah dengan cara mendorong keluarga sebagai lembaga pertama dan utama dalam memberikan perlindungan kepada anak, sehingga menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia.

Sebagian besar negara di seluruh dunia turut menyadari pentingnya Hari Anak Sedunia. Beda negara, beda pula cara menyemarakkannya. Salah satu negara yang sangat menyoroti Hari Anak Sedunia adalah Korea Selatan.

Korea Selatan adalah salah satu negara yang merayakan World Children’s Day dengan meriah. Pemerintah Korea Selatan menjadikan Hari Anak Sedunia sebagai hari libur nasional. Hari libur tersebut dimanfaatkan oleh para orang tua untuk memberikan waktu yang berkualitas dengan anaknya. Bahkan, layaknya hari natal dan ulang tahun, anak-anak di Korea juga kerap mendapatkan kado dari orang tuanya pada hari anak.

Cukup memiliki perbedaan yang signifikan, di Indonesia sendiri, Hari Anak Sedunia mau pun Hari Anak Nasional belum dinobatkan menjadi hari libur nasional. Ini merupakan salah satu faktor yang menjadikan Hari Anak tidak banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia. Seto Mulyadi, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), meminta khusus kepada Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo untuk dapat menginstruksikan setiap pejabat RT dan RW di setiap wilayah di Indonesia untuk dapat memeriahkan hari anak.

Hal itu bertujuan agar masyarakat Indonesia turut menyadari betapa pentingnya memperingati hak-hak anak di Indonesia. Terlebih lagi berujud agar anak – anak di Indonesia dapat merasa berarti dan dapat merasakan kebahagiaan bersama di seluruh tempat di Indonesia.

Mari semarakkan perayaan ini, selamat merayakan Hari Anak Sedunia!

(Redaktur Tulisan: Naomi Adisty)

Leave a comment