Hits: 37

Muhammad Daffa Sami Fudail / Lolita Wardah

Pijar, Medan. Dalam jatuh cinta, ekspektasi atau harapan kerap berdampingan. Ekspektasi ketika jatuh cinta akan membuat harapan itu mekar menjadi kuntum merah yang indah. Namun, bagaimana jika ekspektasi itu ternyata tak berjalan sesuai harapan? Hal inilah yang kemudian dibungkus dalam lagu “Interaksi” dari Tulus.

“Interaksi”, lagu yang dilahirkan dari album bertajuk Manusia ini, rilis pada 3 Maret 2022. Lagunya mengisahkan tentang rasa penyesalan atas pertemuan yang tak disengaja. Kemudian, menimbulkan perasaan takut untuk memulai kembali suatu hubungan karena mengalami patah hati.

Lirik lagu “Interaksi” sangat mewakili perasaan seseorang yang sedang jatuh hati tanpa rencana. Hal ini sesuai dengan penggalan lirik berikut.

Manalah ku tahu datang hari ini

Hari di mana kumelihat dia

Yang tak aku bidik, yang tak aku cari

Duga benih patah hati lagi

Pada bait tersebut, Tulus menceritakan ada pertemuan yang tidak disengaja ketika dia melihat seseorang yang tak pernah dia cari dan tak pernah dia rencanakan. Ia seperti sudah mengetahui bahwa akan terjadi patah hati lagi.

Bait tersebut juga mengisyaratkan bahwa ada keraguan untuk memulai suatu hubungan, yang dapat dilihat pada lirik duga benih patah hati lagi.

Tahu begini jika bisa memilih tak bertemu

Pasti itu yang aku pilih

Ada rasa penyesalan mendalam yang ingin ditunjukkan melalui lirik tersebut. Ya, penyesalan atas pertemuan yang terjadi. Seandainya bisa memilih untuk tidak pernah bertemu, maka jalan tersebutlah yang akan dipilih.

Dilanjutkan dengan lirik berikutnya yang menceritakan sisi penasaran untuk tetap melanjutkan pertemuan tersebut.

Entah hati ingin, entah hati sayang

Si hati rapuh tantang wahana

Sudah jelas bahwa Tulus bingung dengan perasaannya sendiri bahwa sebenarnya ia hanya ingin atau benar-benar sayang. Pada akhirnya, ia memilih untuk menantang dirinya meskipun ia tahu ia akan terluka.

Jika dia memang bisa untukku

Sini dekat dan dekatlah

Dan jika dia memang bukan untukku

Tolong reda dan redalah

Di lirik terakhir lagunya, Tulus memberi pesan bahwa pentingnya pengendalian diri. Kita harus bisa mengendalikan apa yang kita rasakan. Pengendalian itu memengaruhi untuk melakukan tindakan yang harus kita ambil ketika kita jatuh cinta dan mendapatkan respons di luar apa yang diharapkan.

Tidak semua terjadi sesuai dengan keinginan kita. Selain itu, tidak semua cinta bisa kita gapai. Terkadang, merelakan adalah hal terbaik yang harus dilakukan.

Cinta datang dengan tiba-tiba tanpa rencana. Di saat yang sama, hati dan logika tahu banyak perbedaan yang tidak mungkin disatukan. Semua itu ingin dihindari tetapi interaksi selalu mengikuti. Pada akhirnya, di satu titik hati menjadi rapuh dan menanamkan dalam diri untuk tidak berharap secara lebih.

Tulus dikenal sebagai penyanyi yang kaya akan makna mendalam di setiap lagu ciptaannya. Karya yang ia suguhkan seirama dengan kehidupan. Tak heran jika lagu Tulus digemari oleh semua kalangan.

(Redaktur Tulisan: Laura Nadapdap)

Leave a comment