Hits: 110

Sinta Siregar

Pijar, Medan. Athiya Deviyani, gadis muda dan berprestasi yang akrab disapa Tia ini merupakan seorang mahasiswa yang sedang hangat diperbincangkan. Belum lama ini, ia membagikan kabar bahagia dan inspiratif pada akun Twitter pribadinya, karena berhasil diterima magang di perusahaan Apple.

Gadis kelahiran Batam tahun 1999 ini, berhasil membuat warganet takjub lantaran isi Curriculum Vitae (CV) nya yang menunjukkan latar pendidikan, kegiatan volunteer, dan juga pengalaman magangnya di berbagai perusahaan internasional ternama seperti Amazon, Goldman Sachs, Google, JP Morgan, dan YouTube.

Dengan berbagai pencapaiannya yang luar biasa, ia telah menyelesaikan program S1 dan berhasil menjadi lulusan terbaik dari  jurusan BSc (Hons) Artificial Intelligence and Computer Science, The University of  Edinburgh pada Agustus 2021 lalu.

Saat ini, Athiya tengah menempuh program S2 dengan mengambil jurusan Artificial Intelligence and Innovation di Carnegie Mellon University di Pittsburgh, Amerika Serikat. Ia juga akan mengisi waktu liburan musim panasnya dengan mengikuti program magang di Apple selama 4 bulan.

Perjalanan Athiya hingga bisa sampai di titik yang sekarang, bukanlah suatu proses yang mudah. Kerja keras dan kegigihan merupakan faktor utama keberhasilannya.

“Sebenarnya aku banyak memanfaatkan kesempatan dan juga dibantu dengan kerja keras, sih. Di kampus aku juga aktif ikut event-event, penelitian, jadi asisten dosen, dan setiap libur kuliah ikut intern,” tutur Athiya saat diwawancarai melalui Instagram pada (01/03/2022).

Athiya juga aktif mengikuti Hackathon. Hackathon atau pekan retas adalah sebuah ajang kompetisi pemrograman, yang mana setiap tim akan membuat sistem atau aplikasi dalam kurun waktu yang singkat. Ia bersama teman-temannya juga berhasil menang dalam acara tersebut.

Tidak hanya aktif di bidang pendidikan, keberhasilannya saat ini didorong dengan pemikirannya yang positif. Menurut Athiya, ada baiknya jangan selalu membandingkan diri dengan orang lain, tetapi coba untuk belajar dari orang yang lebih pandai dari kita.

“Dan emang benarkan, kita enggak bisa relate ke semua orang, emang privilege-nya beda-beda. Tapi ada hal-hal tertentu dari orang itu yang bisa kita teladani,” jelas Tia seperti yang dilansir dari Kumparan.com.

Pencapaian dan kerja keras seorang Athiya memang tidak perlu diragukan lagi. Tak heran jika ia berhasil lolos seleksi untuk magang di perusahaan-perusahaan internasional. Dari Athiya, kita belajar bahwa kerja keras dan mindset yang membangun diperlukan sebagai bekal dalam perjalanan.

(Redaktur Tulisan: Lolita Wardah)

Leave a comment