Hits: 26

Erizki Maulida Lubis 

Pijar, Medan. Dalam rangka memperingati Dies Natalis Criminal Law Student Association (CLSA) ke-12 tahun, CLSA menghadirkan CLSA Fest 2022 dengan mengusung tema “Future Jurist: Knowing Your Self and Winning Your Future” pada Senin (21/02/22). Dihadiri oleh 150 peserta, CLSA Fest bertujuan sebagai landasan bagi mahasiswa yang akan lulus untuk bekal di masa mendatang.  

Dipandu oleh Fabian Kalijaga sebagai MC, serta Jannatin Alfifah sebagai moderator, acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Himne Universitas Jember. CLSA menghadirkan Choirul Anam, S.E., M.E., A.K.,C.A., yang merupakan Koordinator Dewan PPI Dunia 2021/2022 dan Anthonius Adhi Soedibyo, S.H., M.Hum., yang merupakan Senior Partner pada Ansugi Law sebagai pemateri.

Anam menjelaskan bahwa sebagai mahasiswa, kita memiliki peranan penting untuk menghadapi era revolusi industri 4.0 dan society 5.0, guna mewujudkan SDM yang berkualitas menuju Indonesia Emas Berkelanjutan di tahun 2045.  

“Dunia ke depan akan mengurangi emisi karbon. Pengurangan emisi karbon ini akan mengganti bahan bakar seperti bensin dan solar menjadi tenaga surya maupun baterai. Nah, kita sebagai pemuda, pelajar, maupun mahasiswa seharusnya bersiap memberikan kualitas terbaik untuk negara ini dan bukan untuk kepentingan orang asing,” jelas Anam. 

“Untuk menjadi seorang yang memiliki kualitas yang baik, kita harus memiliki knowledge dan high education untuk mendorong kemajuan bangsa,” tambahnya. 

Pemaparan materi oleh Anam mengenai cara serta tips untuk menjadi seseorang yang memiliki kualitas
(Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi)

Selain itu, Anam juga memberikan tipsnya kepada mahasiswa/i yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri untuk dapat menghadapi pesatnya perkembangan dunia saat ini. Pertama, yang harus dilakukan adalah meningkatkan literasi data dengan banyak membaca, kemudian harus melek terhadap teknologi agar mempermudah pengetahuan, dan yang terakhir adalah literasi manusia. Literasi manusia adalah bentuk kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir, kritis, kreatif, dan inovatif. 

Selanjutnya, pemateri kedua menjelaskan bahwa saat ini, sekitar 6,97% lulusan sarjana dan 6,61% lulusan diploma merupakan pengangguran terbuka lulusan dari berbagai universitas. Hal ini membuktikan bahwa indeks dari lulusan sarjana memperlihatkan sulitnya mendapat pekerjaan jika kita tidak memiliki bekal yang istimewa dalam diri.  

“Tips untuk menentukan profesi yang cocok pada diri. Pertama, tentukan bidang penjurusan dan kekhususanmu. Kemudian, kenali dirimu agar mengetahui apa yang cocok untukmu, dan yang terakhir adalah pilihlah profesi yang sesuai dengan kamu,” tegas Anthonius.  

Sebagai penutup Anthonius mengatakan, “Kita tidak dapat menulis kembali masa lalu, tetapi kita dapat menulis masa depan.” 

(Redaktur Tulisan: Tasya Azzahra) 

Leave a comment