Nur Jamiah Nasution / Sherenika Azalia

Pijar, Medan. Tempat tinggal merupakan salah satu kebutuhan primer mahasiswa selama berkuliah di kampus. Saat ini perkuliahan di USU masih berjalan secara daring, tapi terdapat beberapa fakultas yang sudah melaksanakan perkuliahan secara hybrid. Mahasiswa yang bukan berasal dari Kota Medan biasanya akan mencari tempat tinggal yang dekat kampus seperti dengan menyewa kos-kosan, rumah, atau apartemen.

Di lingkungan USU sendiri banyak rumah dinas yang diperuntukkan untuk para dosen. Namun, terdapat rumor bahwa rumah dinas tersebut malah disewakan dan dijadikan kos-kosan untuk mahasiswa USU yang merantau. Tidak sedikit dari rumah dinas yang berada di lingkungan kampus memiliki ruangan khusus yang diperkirakan menjadi kos-kosan.

Jarak yang dekat dengan kampus biasanya menjadi salah satu alasan mahasiswa menyewa tempat tinggal di lingkungan kampus. Akan tetapi, menyewakan rumah dinas untuk dijadikan tempat tinggal pada dasarnya tidak dibenarkan.

Dilansir dari wawancara bersama salah satu pihak pengelola Biro Aset USU, Harun Julfanuddin, ia mengatakan bahwa pihak kampus sudah melakukan penertiban terkait hal tersebut.

“Kami sudah melakukan penertiban kepada para dosen pemilik izin tinggal rumah dinas dengan jumlah sebanyak kurang lebih 141 rumah dinas untuk mengindahkan peraturan yang ada, yaitu dengan tidak mengomersilkan rumah dinas sesuai dengan peraturan universitas yang berlaku,” paparnya kepada Pijar (1/11/21).

“Namun, terkadang pihak kami sudah mengetahui bahwa masih ada mahasiswa yang tetap tinggal di sana, alasan untuk mengelak tetap saja ada, seperti mengaku bahwa yang tinggal di sana merupakan keluarga atau tamu,” ucapnya lebih lanjut.

Peraturan seperti memberikan surat peringatan telah diberlakukan. Jika tetap melanggar peraturan yang telah dibuat, maka izin untuk tinggal dapat dicabut. Meski begitu, mahasiswa yang tetap tinggal memang tidak akan diusir.

“Kami tidak akan mengusir karena kami bukan Satpol PP dan juga bukan hak kami untuk hal itu. Namun, kami berhak memberikan surat peringatan sampai dengan mencabut izin tinggal. Saya berharap baik itu pemilik izin rumah dinas maupun mahasiswa yang tinggal dapat berkomitmen untuk mengindahkan peraturan yang sudah dibuat, serta mengetahui konsekuensi apa yang akan didapat jika tetap melanggar,” tutupnya.

(Data dihimpun melalui liputan khusus kepada pihak terkait yang dilakukan oleh Tim Liputan Pers Mahasiswa Pijar USU yang terdiri dari: Nur Jamiah Nasution, Sherenika Azalia, dan Salwa Salsabila.)

(Redaktur Tulisan: Tasya Azzahra)

Leave a comment